Gempa M4,9 Sukabumi, KAI Pastikan Jalur Daop 2 Bandung Aman
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.
Siswa Kelas 2 SDN Sinduadi Timur, Dhamar dan Bilal, sedang sedang menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Kalurahan Sinduadi, Depok, Sleman, Senin (13/1/2025). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pihaknya akan memberikan insentif bagi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang berhasil meningkatkan kualitas layanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menyatakan, SPPG yang sudah berjalan terlebih dahulu akan diaudit melalui lembaga independen untuk mendapatkan sertifikasi dan akreditasi.
"Dengan hasil audit itu, maka insentif yang diterima oleh SPPG atau mitra dengan kualitas baik pasti akan berbeda dengan yang excellent atau baik sekali, kan dibedakan dari situ. Jadi, nanti hasilnya mungkin ada unggul, baik sekali, dan baik," katanya, Selasa (6/5/2025).
BACA JUGA: Dapur SPPG Sleman Ditinjau
Ia menyebutkan, mulai bulan depan, skema insentif tersebut akan dilaksanakan untuk sebagai landasan BGN memberikan insentif kepada mitra yang memiliki fasilitas baik.
Dadan juga mengemukakan, saat ini BGN telah mengubah pola mekanisme pencairan uang ke mitra MBG melalui akun virtual atau virtual account untuk mencegah kejadian penggelapan dana seperti yang terjadi di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kalibata, Jakarta Selatan, terulang kembali.
"Ini adalah rekening bersama yang dibuat BGN ketika mitra sudah terverifikasi, kemudian kita buatkan virtual account, yang hanya bisa dicairkan oleh dua pihak, satu oleh perwakilan yayasan, satu lagi oleh Kepala SPPG, jadi seluruh transaksi dilakukan melalui digital," paparnya.
Ia menegaskan, untuk saat ini tidak ada lagi SPPG yang boleh berjalan sebelum memiliki virtual account (VA), dan uang muka untuk menjalankan program MBG akan masuk 10 hari setelah SPPG memiliki VA.
Selain itu, BGN kini juga tidak lagi mengizinkan mitra melakukan sistem mengganti biaya di belakang atau reimburse, dan seluruh SPPG diminta untuk membuat proposal setelah uang muka masuk.
"Mulai sekarang tidak ada SPPG yang boleh jalan sebelum ada VA, dan uang muka itu masuk untuk 10 hari ke depan. Mulai pekan ini ke depan, seluruh transaksi menggunakan VA. Mitra-mitra bekerja dengan uang muka yang dikirim BGN untuk 10 hari ke depan. Misalnya kalau hari ini, Selasa (6/5), uang masuk VA, Kepala SPPG dan mitra sudah harus mulai membuat proposal untuk tanggal 15 Mei," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.
Cara mengenali motor bekas eks ojek online sebelum membeli, mulai dari odometer, kondisi mesin hingga kelengkapan dokumen kendaraan.
Video bos Instagram Adam Mosseri ungkap detik-detik awal kericuhan final Piala Dunia 2026. Rekaman menunjukkan Paredes dan Molina di pusat kerumunan.
The Odyssey raih Rp4,74 triliun di pekan perdana, debut terbesar Christopher Nolan! Di Indonesia, 17 dari 18 layar IMAX penuh. Simak sinopsis dan pemainnya di s
Masa depan Lionel Scaloni menjadi sorotan setelah Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dan menghadapi tantangan regenerasi skuad.
Sebanyak 122.887 warga masuk daftar calon pemilih Pilur Gunungkidul 2026. Data masih diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai DPT.