Advertisement
Stasiun Pasar Senen Catatkan Keberangkatan Paling Banyak, Stasiun Tugu Yogyakarta Urutan Ketiga
Suasana Stasiun Yogyakarta / Dokumentasi PT KAI Daop 6 Yogyakarta
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—PT KAI menyebutkan Stasiun Pasar Senen Jakarta menjadi stasiun dengan keberangkatan paling banyak pada periode H-10 s/d H+10, yakni sebanyak 318.259 orang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 209.520 dan Stasiun Yogyakarta sebanyak 127.768.
Ketika dihubungi di Jakarta Kamis, Public Relations Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba mengatakan bahwa tingginya minat tersebut adalah karena lebih dari 60 persen kereta yang ditawarkan adalah kelas ekonomi. Adapun tujuan yang paling banyak, kata Anne, adalah Pasar Turi Surabaya.
Advertisement
"Tujuan paling banyak Pasar Turi Surabaya juga ekonomi, jadi baliknya pun gitu, Pasar Senen tetap tinggi. All KA ekonomi kan berangkat dari Senen," katanya melalui pesan singkat.
Dia menyebutkan, relasi Pasar Senen dan Surabaya Pasar Turi sebanyak 24.322. Adapun relasi terpadat lainnya yakni relasi Gambir - Yogyakarta 31.358, Gambir - Semarang Tawang 28.046, Yogyakarta - Gambir 27.479, dan Semarang Tawang - Gambir sebanyak 24.751.
Anne menambahkan, selain karena pilihan kelas ekonomi, stasiun tersebut juga terintegrasi dengan KAI Commuter Line (KRL) dari Jatinegara serta Cikarang, sehingga penumpang yang tiba dari Kabupaten Bekasi dapat menyesuaikan perjalanan selanjutnya.
Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan bahwa menurut data dinamis per jam 07.00 WIB Kamis, jumlah penumpang KA secara nasional, yakni Jawa - Sumatera pada Masa Angkutan Lebaran 2025 pada Kamis, terdapat 13.307 KA lokal yang berangkat serta 158.866 KA Jarak Jauh.
"Secara keseluruhan jumlah penjualan tiket yang sudah terjual dari H-10 s/d H+10 (21 Maret s/d 11 April 2025) berjumlah total 3.086.613 penumpang. KA Lokal 271.893, KA Jarak Jauh 2.814.720," katanya.
Anne mengingatkan bagi para pemudik untuk mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku selama berpergian, serta mengikuti arahan-arahan dari para petugas di lapangan. "Berangkat ke stasiun jangan terlalu mepet dengan waktu keberangkatan kereta," dia melanjutkan.
Dia juga berpesan bagi para pemudik untuk menjaga lingkungan. Para pemudik dapat mengurangi sampah dengan tidak mencetak tiket, katanya, dan cukup menggunakan fitur pengenal wajah [face recognition]. "Dan bawa tumbler karena di stasiun ada water station, agar kita mengurangi plastik dari minuman kemasan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement







