OJK Bongkar 184 Gadai Ilegal, Masyarakat Diminta Waspada
OJK temukan 184 usaha gadai ilegal, lakukan penindakan bersama Satgas PASTI dan imbau masyarakat waspada risiko.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—DPR RI mengumumkan hasil efisiensi anggaran seluruh mitra kerja dari Komisi I hingga Komisi XIII. Pengumuman itu disampaikan melalui Instagram resmi @dpr_ri.
Diketahui, pada 12-13 Februari 2025 lalu, seluruh Kementerian/Lembaga mitra kerja 13 komisi di DPR RI bergantian rapat mengenai efisiensi anggaran sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD 2025.
Melihat hasil efisiensi, ada 73 K/L yang tersebar di 13 komisi. Tiga K/L yang memiliki pagu anggaran paling jumbo tidak luput dari efisiensi tersebut.
Pertama, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan pagu anggaran paling gemuk senilai Rp166,2 triliun mengalami penghematan hingga Rp26,9 triliun. Alhasil anggaran untuk kementerian tersebut susut menjadi Rp139,3 triliun.
Kedua, Kementerian Pekerjaan Umum dengan pagu Rp110,95 triliun harus dipangkas senilai Rp81,38 triliun, sehingga tersisa hanya Rp29,57 triliun.
Ketiga, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang memiliki pagu awal senilai Rp105,7 triliun harus dihemat Rp19,6 triliun menjadi Rp86,1 triliun.
BACA JUGA: Efisiensi APBN 2025 Capai Rp300 Triliun untuk Investasi Danantara
Melihat rapat kala itu, sejumlah K/L yang menghadapi penghematan anggaran tetap berjuang agar sebagian anggaran tidak dihemat dan mengajukan tambahan anggaran.
Sebut saja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Satryo Soemantri Brodjonegoro yang saat itu masih menjabat sebagai Mendikti Saintek memaparkan terdapat sejumlah anggaran yang dipangkas, termasuk beasiswa. Termasuk bantuan operasional ke perguruan tinggi yang menjadi subjek efisiensi anggaran, di antaranya dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang mengalami efisiensi sebesar 50% dari pagu awal sejumlah Rp6,018 triliun.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan bahwa efisiensi anggaran tersebut bertujuan agar operasional dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih efisien. “Dananya bisa digunakan untuk kegiatan yang betul-betul tingkatkan produktivtias dan meningkatkan ekonomi lokal meningkatkan UMKM dan seterusnya,” ujarnya seusai rapat bersama DPD, Selasa (18/2/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK temukan 184 usaha gadai ilegal, lakukan penindakan bersama Satgas PASTI dan imbau masyarakat waspada risiko.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.