Advertisement
LKPP Siapkan SDM untuk Mendukung Program Makan Siang Gratis
Contoh makanan sehat untuk anak. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sedang meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam lembaganya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tau makan siang gratis di pemerintahan baru Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.
"Yang kita lakukan adalah meningkatkan kompetensi SDM, SDM Pengadaan yang mendukung program itu dengan teman- teman Badan Gizi Nasional," ujar Sekretaris Utama LKPP Iwan Herniawan di sela- sela LKPP Afternoon Tea With Media di Jakarta, Senin.
Advertisement
Ia menjelaskan, bahwa Kedeputian 3 LKPP saat ini yang tengah menangani pembinaan dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM tersebut. "Dan sudah ada SDM yang sudah dilatih, kemudian juga lulus sertifikasi," ujar Iwan.
Selain itu, pihaknya juga telah mengirimkan tim advokasi ke daerah- daerah untuk melakukan pendampingan terkait program Makan Bergizi Gratis ini.
"Kita dalam satu bulan terakhir ini sudah pendekatan Sumber Daya Manusia (SDM) dulu, mulai dialog nasional, berikutnya kita setelah proses pelaksanaan, baru mengirimkan tim advokasi," ujar Iwan.
Ia menjelaskan, bahwa LKPP memiliki Direktorat Advokasi Pemerintah Pusat yang menangani penggunaan APBN dan di bawah Kedeputian 4 LKPP, serta terdapat Direktorat Advokasi Pemerintah Daerah yang menangani penggunaan APBD.
"Dia timnya (Kedeputian 4) yang akan masuk untuk melakukan advokasi dan pendampingan," ujar Iwan.
Ia memastikan bahwa program MBG ini akan mulai berjalan pada 2 Januari 2025 mendatang. "Harus, harus sudah jalan," ujar Iwan. Program MBG ini akan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Kita juga dimandatkan untuk meningkatkan partisipasi pelaku usaha kecil," ujar Iwan.
Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha mengatakan bahwa Makan Bergizi Gratis yang efektif akan dijalankan mulai Januari 2025 dan menyasar sekitar 15 sampai 20 juta anak pada 82 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kami sedang menghitung berapa anak yang akan kita intervensi dari Rp71 triliun, kurang lebih sekitar 15-20 juta anak. Memang belum seluruhnya anak Indonesia, karena dananya masih terbatas,” ujar Ikeu.
Pihaknya sudah menggalang kerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga serta UMKM yang akan menyuplai makanan di 82 titik tersebut, serta membuat buku dan standar operasional makanan yang perlu disediakan.
“Kami sudah bekerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim), di Jawa ada 50 titik, sedangkan di luar Jawa ada sekitar 32 titik, itu juga tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah titik-titik itu, selain itu, buku dan standar operasional untuk memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan juga sudah kita buat,” ujar Ikeu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
Bonus Miliaran Cair, Atlet Porda di Bantul Kantongi Puluhan Juta
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- FIFA Tolak Permintaan Iran Pindahkan Laga Piala Dunia dari AS
- Pemerintah Matangkan Rencana WFH 1 Hari dalam Sepekan
- FIFA Pastikan Turnamen FIFA ASEAN Cup Bergulir September 2026
- Arus Mudik Lebaran 2026 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Pemerintah Dorong Pemudik WFH untuk Hindari Puncak Arus Balik
- KAI Siapkan 40 Ribu Tiket Diskon 30% untuk Arus Balik
- Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia Akibat Ledakan Petasan di Semarang
Advertisement
Advertisement








