Advertisement
Usai Pelantikan Prabowo-Gibran, Jokowi Mau Balik ke Solo untuk Tidur Siang

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA –Setelah pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada 20 Oktober mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih tidur siang saat pertama kali kembali ke Surakarta atau Solo.
“Pulang ke Solo dulu. Lalu, tidur,” kata Jokowi sambil terkekeh kecil menjawab pertanyaan wartawan setelah meresmikan pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Advertisement
Lebih lanjut, orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa pada hari pelantikan dari Presiden Ke-8 RI Prabowo Subianto, dirinya memang bakal pulang ke kampung halamannya di Surakarta, Solo. “Tanggal 20 Oktober sore saya pulang ke Solo,” ujarnya.
Bahkan, Presiden Ke-7 RI itu mengaku ada peluang bahwa dirinya tak akan mendampingi Prabowo Subianto saat pelantikan sebagai presiden terpilih periode 2024—2029 di DPR pada 20 Oktober 2024 mendatang. “Ya, mungkin ndak [mendampingi],” tandas Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
- Dongkrak Produktivitas Pertanian, Kementan Genjot Distribusi Alsintan Modern Bagi Petani
- 241 Kecelakaan Terjadi Saat Mudik, 24 Orang Meninggal Dunia
- Kapan Prabowo Bertemu Megawati, Ini Kata Elite PDIP dan Gerindra
- One Way dan Contraflow Bakal Diterapkan Saat Arus Balik, Ini Waktunya
Advertisement

Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polri Sebut 1,9 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
- Visa Diplomat dan Jurnalis Tiongkok di AS Dibatasi, Ini Sikap Kemenlu China
- PM Anwar Beri Bantuan Tunai untuk Korban Terbakarnya Pipa Petronas Gas Berhand
- PMI Sediakan Hadiah dan Suvenir Bagi Pendonor
- Sehari, 41.197 Kendaraan Keluar dari Pintu Tol di Klaten
- Arus Balik via Transportasi Udara Dimulai Hari Ini
- Menteri Karding Larang Warga Kerja di Kamboja dan Myanmar, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement