KPK Tangkap Politikus Golkar Fahd Arafiq dalam OTT ATR BPN, Sita Uang Ratusan Miliar
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Ilustrasi helikopter NASA. /NASA
Harianjogja.com, JAKARTA—Helikopter militer Malawi yang membawa Wakil Presiden Saulos Chilima dan delapan orang lainnya hilang kontak pada Senin.
Chilima dijadwalkan menghadiri pemakaman Ralph Kasambara, mantan menteri kehakiman yang wafat pada Jumat, dengan menggunakan heli dan meninggalkan ibukota Lilongwe sebelum hilang kontak di bagian utara negara itu.
Sehubungan dengan insiden tersebut, Presiden Lazarus Chakwera telah membatalkan jadwal perjalanan ke luar negeri dan memerintahkan lembaga regional dan nasional untuk mengintensifkan pencarian untuk menemukan pesawat yang hilang tersebut, menurut pernyataan dari kantor kepresidenan.
Suasana di negara Afrika bagian selatan itu semakin suram seiring masyarakat menunggu kabar mengenai wakil presiden.
Beberapa tahun belakangan banyak terjadi insiden kecelakaan helikopter yang menewaskan tokoh-tokoh terkemuka, termasuk yang terbaru adalah yang menimpa Presiden Iran Ibrahim Raisi, yang meninggal bulan lalu dalam kecelakaan tersebut.
Sementara pada April lalu, panglima militer Kenya Jenderal Francis Ogolla juga tewas dalam kecelakaan helikopter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Arab Saudi mengancam respons tegas terhadap Houthi setelah serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.