Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Percepat Verifikasi Koperasi Merah Putih
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Ilustrasi helikopter NASA. /NASA
Harianjogja.com, JAKARTA—Helikopter militer Malawi yang membawa Wakil Presiden Saulos Chilima dan delapan orang lainnya hilang kontak pada Senin.
Chilima dijadwalkan menghadiri pemakaman Ralph Kasambara, mantan menteri kehakiman yang wafat pada Jumat, dengan menggunakan heli dan meninggalkan ibukota Lilongwe sebelum hilang kontak di bagian utara negara itu.
Sehubungan dengan insiden tersebut, Presiden Lazarus Chakwera telah membatalkan jadwal perjalanan ke luar negeri dan memerintahkan lembaga regional dan nasional untuk mengintensifkan pencarian untuk menemukan pesawat yang hilang tersebut, menurut pernyataan dari kantor kepresidenan.
Suasana di negara Afrika bagian selatan itu semakin suram seiring masyarakat menunggu kabar mengenai wakil presiden.
Beberapa tahun belakangan banyak terjadi insiden kecelakaan helikopter yang menewaskan tokoh-tokoh terkemuka, termasuk yang terbaru adalah yang menimpa Presiden Iran Ibrahim Raisi, yang meninggal bulan lalu dalam kecelakaan tersebut.
Sementara pada April lalu, panglima militer Kenya Jenderal Francis Ogolla juga tewas dalam kecelakaan helikopter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Serah terima jabatan Menkeu berlangsung singkat. Purbaya hanya menyampaikan 57 kata sebelum menyerahkan jabatan kepada Suahasil Nazara.
Pemkot Jogja mengembangkan Bang Kosim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mengoptimalkan layanan desain serta manufaktur kreatif.
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
Forum LSP Politeknik Indonesia kembali menggelar Pertemuan Tahunan Ke-6 di Yogyakarta pada 3–6 September 2026.
Sultan berharap Kelok 23 tak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal di DIY.