Indonesia Kutuk Israel Usai Bakar Markas UNRWA di Yerusalem

Erta Darwati
Erta Darwati Sabtu, 11 Mei 2024 11:37 WIB
Indonesia Kutuk Israel Usai Bakar Markas UNRWA di Yerusalem

Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua/Rizek Abdeljawad

Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia mengutuk keras tindakan pembakaran yang dilakukan oleh warga ekstremis Israel di markas Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di Yerussalem.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan bahwa kekerasan tersebut terjadi di depan mata polisi Israel di wilayah pendudukan. "Pembiaran ini tidak dapat diterima dan membuktikan bahwa Israel bertanggungjawab atas terjadinya kekerasan tersebut," kata Kemlu RI dalam pernyataan resmi di X, Jumat (10/5/2024).

BACA JUGA: Serangan Israel Terus Berlanjut, Sekjen PBB: Situasi Rafah ada di Ujung Tanduk

Kemlu RI menekankan bahwa peristiwa tersebut sama sekali tidak dapat diterima karena menyangkut markas Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang kemanusiaan. "Menciptakan preseden sangat buruk terhadap keselamatan dan keamanan gedung serta personil PBB dan misi kemanusiaan lainnya," lanjutnya.

Menurut Kemlu, peristiwa tersebut menambah daftar panjang kekerasan, pendudukan illegal dan berbagai pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang dilakukan oleh Israel.

Selain itu, Kemlu RI juga mendesak Dewan Keamanan (DK PBB), untuk segera bergerak meminta pertangungjawaban Israel atas kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran hukum internasional yang terus dilakukannya.

"Saatnya DK PBB, terutama negara pemegang veto, menunjukkan kepemimpinan dan kebijaksanaannya demi keadilan,kemanusiaan dan perdamaian," tambahnya.

Seperti diketahui, warga ekstremis Israel membakar pepohonan dan halaman rumput di Markas UNRWA, di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerussalem, pada Kamis malam (9/5/2024).

Kantor berita resmi Palestina WAFA menyatakan bahwa saksi mata mengungkap bahwa polisi Israel tidak melakukan apapun untuk menghentikan serangan tersebut. UNRWA menggambarkan insiden tersebut sebagai bentuk intimidasi, vandalisme dan perusakan dari Israel.

“Malam ini (9/5), warga Israel dua kali membakar perimeter Markas Besar UNRWA di Yerussalem Timur yang diduduki,” kata UNRWA dalam pernyataan resmi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online