13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Sebuah video viral memperlihatkan siswa sekolah dasar (SD) yang hendak studi tur di dalam pesawat Garuda Indonesia ramai menjadi perbincangan warganet. / Solopos
Harianjogja.com, SALATIGA—Sebuah video viral memperlihatkan siswa sekolah dasar (SD) yang hendak studi tur di dalam pesawat Garuda Indonesia ramai menjadi perbincangan warganet.
Video tersebut mendapatkan komentar beragam. Ada yang menganggap terlalu berlebihan, ada pula yang mengapresiasi sekolah untuk bisa dicontoh di sekolah lain.
BACA JUGA: Viral Video Balon Udara Mendarat di Sebuah Pohon di Sewon, Ini Penjelasan Polres Bantul
Menanggapi postingan video viral tersebut, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri membenarkan bahwa video tersebut adalah anak didiknya.
Kegiatan tersebut merupakan edutrip yang dilaksanakan ke Jakarta dengan kunjungan di DPR RI dan MPR RI pada Rabu (24/4/2024) lalu.
Terkait videonya yang akhirnya viral, Huri mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, hal itu bisa menjadi inspirasi sekolah lain untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka.
“Alhamdulillah kalau viral, semoga tambah berkah dapat menginspirasi dan mengimplementasikan kurikulum merdeka,” kata Huri dikutip dari Solopos.com, Selasa (7/5/2024).
Dijelaskan, kegiatan edutrip ini dilaksanakan ketika siswa duduk di kelas 5. Program ini sebenarnya sudah terencana jauh-jauh hari, sejak Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).
“Ini merupakan kegiatan rutin pengenalan transportasi udara dan belajar di DPR MPR RI dengan carter pesawat Garuda. Yang berangkat kelas 5 ada 190 siswa,” beber Huri.
Untuk meringankan orang tua, kata Huri, program tersebut dilakukan dengan mewajibkan anak menabung dari kelas 1 sampai kelas 5.
BACA JUGA: Viral Aksi Pembubaran Ibadah Mahasiswa Katolik Universitas Pamulang, Ini Kata SETARA Institute
Sehingga ketika sudah memasuki kelas 5 orang tua tidak keberatan dengan biaya akomodasi tersebut.
“Alhamdulillah program ini sudah terlaksana kurang lebih 10 tahun yang lalu. Siswa menabung setiap pekan, untuk besaran tidak ditentukan, yang penting sampai kelas 5 cukup,” tandas Huri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Apple dikabarkan melobi pemerintah AS untuk akses chip CXMT di tengah krisis pasokan memori akibat lonjakan permintaan AI global.
Android 17 dikabarkan membawa fitur foldable gaming mode yang mengubah ponsel lipat menjadi konsol genggam dengan kontrol virtual.
Aljazair vs Austria imbang 1-1 di Grup J Piala Dunia 2026 membuat peluang Iran lolos ke 32 besar semakin terancam.
Argentina unggul 2-0 atas Yordania di babak pertama Piala Dunia 2026 meski tanpa Messi berkat gol Lo Celso dan Lautaro Martinez.
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.