Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Sebuah video viral memperlihatkan siswa sekolah dasar (SD) yang hendak studi tur di dalam pesawat Garuda Indonesia ramai menjadi perbincangan warganet. / Solopos
Harianjogja.com, SALATIGA—Sebuah video viral memperlihatkan siswa sekolah dasar (SD) yang hendak studi tur di dalam pesawat Garuda Indonesia ramai menjadi perbincangan warganet.
Video tersebut mendapatkan komentar beragam. Ada yang menganggap terlalu berlebihan, ada pula yang mengapresiasi sekolah untuk bisa dicontoh di sekolah lain.
BACA JUGA: Viral Video Balon Udara Mendarat di Sebuah Pohon di Sewon, Ini Penjelasan Polres Bantul
Menanggapi postingan video viral tersebut, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Ainul Huri membenarkan bahwa video tersebut adalah anak didiknya.
Kegiatan tersebut merupakan edutrip yang dilaksanakan ke Jakarta dengan kunjungan di DPR RI dan MPR RI pada Rabu (24/4/2024) lalu.
Terkait videonya yang akhirnya viral, Huri mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, hal itu bisa menjadi inspirasi sekolah lain untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka.
“Alhamdulillah kalau viral, semoga tambah berkah dapat menginspirasi dan mengimplementasikan kurikulum merdeka,” kata Huri dikutip dari Solopos.com, Selasa (7/5/2024).
Dijelaskan, kegiatan edutrip ini dilaksanakan ketika siswa duduk di kelas 5. Program ini sebenarnya sudah terencana jauh-jauh hari, sejak Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).
“Ini merupakan kegiatan rutin pengenalan transportasi udara dan belajar di DPR MPR RI dengan carter pesawat Garuda. Yang berangkat kelas 5 ada 190 siswa,” beber Huri.
Untuk meringankan orang tua, kata Huri, program tersebut dilakukan dengan mewajibkan anak menabung dari kelas 1 sampai kelas 5.
BACA JUGA: Viral Aksi Pembubaran Ibadah Mahasiswa Katolik Universitas Pamulang, Ini Kata SETARA Institute
Sehingga ketika sudah memasuki kelas 5 orang tua tidak keberatan dengan biaya akomodasi tersebut.
“Alhamdulillah program ini sudah terlaksana kurang lebih 10 tahun yang lalu. Siswa menabung setiap pekan, untuk besaran tidak ditentukan, yang penting sampai kelas 5 cukup,” tandas Huri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.