Advertisement
Ini Sikap Presiden Andreas Seusai Polisi Ekuador Serbu Kedutaan Besar Meksiko di Quito
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memberikan keterangan resmi di Mexico City, Jumat (31/8/2018). - Reuters/Edgard Garrido
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador meminta Menteri Luar Negeri Alicia Barcena segera memutus hubungan diplomatik dengan Ekuador. Kebijakan ini merupakan imbas dari penyerbuan polisi Ekuador ke Kedutaan Besar Meksiko di Quito.
“Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri kami untuk segera mengumumkan penangguhan hubungan diplomatik antara pemerintah Meksiko dan Ekuador,” kata Presiden Meksiko itu di X, pada Sabtu (6/4/2024).
Advertisement
Keputusan pemerintah Meksiko memutus hubungan diplomatik dengan Ekuador dilatarbelakangi karena adanya penyerbuan polisi Ekuador ke Kedutaan Besar Meksiko di Quito, Ekuador. Polisi Ekuador menyerbu Kedutaan Besar Meksiko di Quito dan menangkap mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas, yang bersembunyi di sana dan diberikan suaka politik oleh pihak berwenang Meksiko, pada Jumat malam (5/4/2024) waktu setempat.
Menteri Luar Negeri Meksiko, Alicia Barcena mengatakan bahwa beberapa diplomat Kedutaan Besar Meksiko di Ekuador itu terluka saat misi diplomatik diserbu oleh polisi republik Amerika Selatan. “Mengingat pelanggaran mencolok terhadap Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan cedera yang diderita personel diplomatik Meksiko di Ekuador, Meksiko mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Ekuador,” katanya di X.
Baca Juga
Kerusuhan di Ekuador, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
Penampakan Puluhan Ribu Ikan Mati di Teluk Meksiko
Satu-satunya di Dunia, Bekas Kawah Gunung Berapi Jadi Lapangan Sepak Bola
Menurut Kedubes itu, personel diplomatik Meksiko di Ekuador segera meninggalkan negara tersebut dan Meksiko akan mengajukan banding ke Mahkamah Internasional untuk mengutuk Ekuador atas pelanggaran hukum internasional. Pihak berwenang Meksiko mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah memberikan suaka politik kepada Glas dan telah meminta izin dari pihak Ekuador untuk membawanya keluar dari Quito. Mantan Wakil Presiden Ekuador itu dituduh melakukan korupsi. Glas sudah menjalani hukuman penjara sejak 2017 hingga 2022. Kementerian Luar Negeri Meksiko melaporkan bahwa politisi tersebut telah meminta suaka di kedutaan negaranya di Quito, pada Desember lalu. Sebelumnya, misi diplomatik menolak mengizinkan polisi menangkap Glas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
Advertisement
Puluhan Orang Tertipu Miliaran Rupiah di Investasi Villa dan Kos-kosan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polda Jateng Bongkar Sindikat Motor Tanpa Dokumen, Sita 86 Kendaraan
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Astra Honda: Indonesia Pasar Motor Terbesar Ketiga Dunia
- Prajurit TNI Gugur Diserang KKB Saat Monitoring di Nabire
- Musala Ngepohsari Bantul Roboh Tergerus Erosi Sungai Oya
- Korban Banjir dan Longsor di Minas Gerais Brasil Jadi 30 Jiwa
- BGN Larang Mobil Operasional MBG Dipakai Belanja ke Pasar
Advertisement
Advertisement






