Lansia Solo Tertipu Haji, Lapor Polisi Sejak 2025 Pelaku Masih Bebas
Lansia asal Karanganyar kehilangan Rp104 juta setelah dijanjikan berangkat haji tanpa antre. Kasus dugaan penipuan dilaporkan ke Polresta Solo.
Sejumlah kendaraan melintasi jalur fungsional Tol Jogja-Solo di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/12/2023)./Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JAKARTA—Tol Solo-Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) yang sebagian ruasnya bakal beroperasi fungsional selama mudik Lebaran 2024 diusulkan dibuka 24 jam.
Jalur fungsional yang dapat dilalui oleh para pemudik merupakan bagian dari proyek tahap pertama Tol Jogja-Solo (Joglo), yakni segmen Kartasura-Klaten. Kepolisian mengusulkan pengoperasian tol tersebut selama 24 jam. Pada Lebaran tahun lalu, jalur tol fungsional itu hanya dibuka dari pagi hingga sore hari.
Pimpinan Proyek PT Jasamarga Jogja Solo, Muhammad Ahdal Masruhin mengatakan arus lalu lintas yang akan diberlakukan adalah satu arah dengan menggunakan satu jalur. Sementara, jenis kendaraan yang boleh melewati tol fungsional ini masih sama seperti sebelumnya, yakni dibatasi hanya golongan I berupa kendaraan roda empat non-bus dan non-truk.
“Nanti akan diberlakukan satu arah. Pada masa mudik dari Solo ke arah Jogja dan saat arus balik dari Jogja ke Solo. Jam diberlakukannya jalur fungsional ini adalah dari jam enam pagi sampai jam lima sore. Kemarin sempat ada permintaan khusus dari Korlantas [Korps Lalu Lintas] terkait opsi untuk dibuka 24 jam tapi hanya di interchange Kartasura, namun masih akan dibahas lebih lanjut saat rapat persiapan Lebaran nanti,” kata Ahdal seperti dikutip dari laman resmi BPJT, Rabu (28/2/2024).
Ahdal menambahkan terdapat penambahan panjang ruas yang fungsional dibandingkan saat libur Natal dan Tahun Baru lalu. “Fungsionalisasi pada arus mudik Lebaran kami rencanakan minimal [para pemudik] dari Solo sudah bisa exit di Kecamatan Ngawen, Klaten," kata Ahdal.
Ia menuturkan panjang jalur fungsional sekitar 22 km atau bertambah 9 km dari panjang jalan tol fungsional pada saat arus mudik Nataru kemarin.
"Karena diprediksi arus lalu lintas yang akan melewati Solo dan Jogja lebih besar dibandingkan dengan saat Nataru kemarin," ujarnya.
Para pemudik dapat memasuki tol fungsional ini melalui beberapa akses. Pada periode masa mudik, pemudik yang datang dari jalur Tol Trans Jawa dapat langsung melanjutkan perjalanan ke jalur fungsional ini melalui Gerbang Tol Colomadu dan langsung ke atas menuju ke exit toll Karanganom atau exit toll Klaten. Adapun, pemudik dari jalan arteri (non-tol) yaitu dari sekitara Solo dan Boyolali, bisa masuk melalui Gerbang Tol Banyudono. Begitu juga sebaliknya saat periode arus balik, pemudik dapat masuk ke jalur fungsional dari Gerbang Tol Karanganom atau Gerbang Tol Klaten untuk bisa melanjutkan ke jalur tol.
BACA JUGA: Pembangunan Tol Jogja-Bawen Dilanjutkan 6 Seksi, Ini Rincian Jalurnya
Saat ini di ruas jalan tol yang akan dioperasikan secara fungsional masih ada sebagian jalan yang permukaannya berupa lean concrete (LC).
PT Jasamarga Jogja Solo selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Tol Solo-Jogja-YIA terus mengupayakan agar saat permukaan tol yang difungsionalkan sepanjang 22 km dari Solo hingga Klaten dapat berupa rigid. “Sama seperti saat Nataru kemarin, kami batasi kecepatan hanya sekitar 40 km/jam supaya kendaraan lebih aman karena masih terdapat beberapa perkerasan yang belum maksimal, terutama di jembatan,” ujarnya.
Pembangunan Tol Solo-Jogja-YIA dengan total panjang 96,57 km ini terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap I (Kartasura–Maguwoharjo dan sebagian dari Trihanggo–Junction Sleman) 49,25 km, tahap II (Junction Sleman-Kulonprogo) 38,57 km dan tahap III (berada di Ring Road Kota Jogja atau Maguwoharjo - Trihanggo) sepanjang 8.75 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Karanganyar kehilangan Rp104 juta setelah dijanjikan berangkat haji tanpa antre. Kasus dugaan penipuan dilaporkan ke Polresta Solo.
Komitmen menjaga keberlanjutan jaringan irigasi sebagai penopang ketahanan pangan terus diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop Gerakan Irigasi Bersih
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada 5 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling 5 Juni 2026. Jadwal lengkap dan lokasi
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling pada 5 Juni 2026.