650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Slank saat bertemu dengan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo. Antara
Harianjogja.com, SEMARANG—Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan berbeda pilihan politik adalah hal yang biasa dan jangan sampai hal itu menjadi momen yang bisa memecah belah persatuan bangsa.
"Mungkin kita punya pilihan politik yang berbeda, biasa saja. Kita tidak perlu bertengkar, tidak perlu jotos-jotosan," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu
Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud yang digelar di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ganjar juga berpesan agar perdamaian bangsa harus dijaga menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024."Karena kami membawa pesan damai, kami membawa pesan damai dan tolong Sahabat Ganjar kalau ada pilihan yang berbeda tidak apa-apa," kata Ganjar.
BACA JUGA : Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Alun-alun Kulonprogo Bakal Dihadiri Megawati dan Slank
Acara yang diselenggarakan relawan Sahabat Ganjar itu menghadirkan grup musik NDX AKA dan musisi lokal lainnya. Masyarakat yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Tengah itu tampak sangat antusias meski diguyur hujan.
Ganjar pun menyampaikan kepada semua orang yang hadir yang didominasi kalangan Gen Z dan milenial itu untuk menerima perbedaan pilihan politik dan menyambut kontestasi politik dengan riang gembira.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyebutkan, relawan Sahabat Ganjar membawa pesan perdamaian dengan menghadirkan hiburan rakyat.
"Nomor Anda yang Anda angkat itu berbeda dengan saya, saya tidak apa-apa dan Sahabat Ganjar mampu menghadirkan pada dukungan yang Anda sampaikan," kata Ganjar.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa dalam sambutannya menuturkan Ganjar adalah pemimpin yang sepenuhnya menggunakan hati saat berada di tengah rakyat. Menurut Andika, Ganjar adalah contoh pemimpin yang bisa melahirkan pendukung militan lantaran kedekatannya dengan rakyat.
"Hanya seorang pemimpin yang memakai hati yang bisa menjadikan loyalis pengikutnya semua militan dan rela berkorban. Itulah Mas Ganjar. Ganjar Menang, Ganjar-Mahfud," tutur Andika.
Hal senada disampaikan Caleg DPR RI dari PDIP Mochamad Herviano yang hadir pada kesempatan itu. Dia mengatakan, pesan perdamaian yang dibawa harus dilaksanakan untuk menjaga suasana riang gembira.
"Apapun pilihannya, kita tetap damai, tertib. Kita tunjukkan teman-teman semua kita bisa tertib, setuju ya? Kita riang gembira dengan kita tertib," ucap Herviano.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.