Advertisement

Debat Cawapres Bakal Digelar Nanti Malam, Berikut Visi Misi Calon Terkait Isu Energi

Denis Riantiza Meilanova
Minggu, 21 Januari 2024 - 09:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Debat Cawapres Bakal Digelar Nanti Malam, Berikut Visi Misi Calon Terkait Isu Energi Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (kiri), Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (tengah), dan Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mengikuti Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Jakarta, Jumat (22/12/2023) - Bisnis/Arief Hermawan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Debat cawapres (calon wakil presiden) akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (21/1/2024) malam.

Isu energi menjadi salah satu tema yang akan diangkat dalam debat pemilihan presiden (pilpres) keempat ini. Adapun, salah satu isu sentral terkait sektor energi adalah mengenai transisi energi.

Advertisement

Dalam visi dan misinya, pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menempatkan isu transisi energi sebagai salah satu program prioritasnya.

BACA JUGA: Debat Keempat Cawapres Digelar Minggu, Ini Tema dan 11 Panelisnya

Berikut perbandingan visi dan misi paslon Anies-Cak Imin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud soal transisi energi:

A. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Mengutip dokumen 'Visi, Misi dan Program: Indonesia Adil Makmur Untuk Semua', program-program transisi energi Anies-Muhaimin tercantum dalam Agenda Misi 3: Mewujudkan Keadilan Ekologis Berkelanjutan Untuk Generasi Mendatang.

Anies-Muhaimin fokus pada upaya peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Beberapa di antaranya, yakni:

1. Meningkatkan peran EBT dalam bauran energi nasional untuk menahan laju perubahan iklim dan polusi, menghemat devisa, dan melepaskan diri dari ketergantungan impor energi.

2. Merancang skema insentif dan prioritisasi EBT bersumber dari panas bumi, tenaga air, energi laut, surya, bayu, dan biomassa dalam rangka memenuhi komitmen Net Zero Emission 2060.

3. Mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi dan tindakan mandiri menyediakan listrik bersih baik secara on grid maupun off grid melalui skema insentif yang menarik.

4. Memastikan nol emisi karbon pada sektor ketenagalistrikan secara bertahap disertai dengan terwujudnya elektrifikasi pada berbagai sektor, terutama industri dan transportasi.

5. Membatasi pembangunan baru dan memensiundinikan pembangkit listrik bertenaga batu bara (PLTU) yang diprioritaskan dari Jawa dan Bali, diikuti wilayah-wilayah lainnya pada waktunya.

6. Memberikan insentif bagi pengembangan EBT dan disinsentif untuk energi tidak terbarukan.

7. Menuju kendaraan umum listrik diikuti dengan skema penukaran kendaraan konvensional, disinsentif penggunaan kendaraan tua dan tinggi emisi, serta penyediaan infrastruktur pengisian baterai.

B. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

Dalam dokumen visi dan misi 'Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045', Prabowo-Gibran mengusung program kerja Swasembada Energi.

Melalui program ini, keduanya ingin menjadikan Indonesia sebagai raja energi hijau dunia. Program kerja tersebut menjadi bagian dari Asta Cita 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Berikut perincian program Swasembada Energi Prabowo-Gibran:

1. Mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjadikan Indonesia sebagai raja energi hijau dunia (super power) dalam bidang energi baru dan terbarukan (renewables) dan energi berbasis bahan baku nabati (bioenergy).

2. Mengembalikan tata kelola migas dan pertambangan nasional sesuai amanat konstitusi, terutama Pasal 33 UUD 1945.

3. Memperbaiki skema insentif untuk mendorong aktivitas temuan cadangan sumber energi baru untuk meningkatkan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

4. Merevisi semua tata aturan yang menghambat untuk meningkatkan investasi baru di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

5. Mendirikan kilang minyak bumi, pabrik etanol, serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas, baik oleh BUMN atau swasta.

6. Memperluas konversi BBM kepada gas dan listrik untuk kendaraan bermotor. Meningkatkan dan menambah porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran listrik PLN.

7. Melanjutkan dan mengevaluasi pengembangan kawasan ekonomi khusus yang terspesialisasi dengan mengedepankan ekonomi hijau dan/atau ekonomi biru.

C. Ganjar Pranowo-Mahfud MD

Program transisi energi Ganjar-Mahfud terangkum dalam misi 'Mempercepat Perwujudan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan Melalui Ekonomi Hijau dan Biru'.

Mengutip dokumen visi dan misi 'Menuju Indonesia Unggul: Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari', Ganjar-Mahfud menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) pada sistem kelistrikan nasional mencapai 25% hingga 30% pada 2029.

"Pemanfaatan EBT sebagai generator pembaharuan yang potensinya sekitar 3.700 GW [gigawatt] secara bertahap untuk kebutuhan energi dalam negeri sehingga porsi EBT di dalam bauran energi menjadi 25%-30% hingga 2029,” dikutip dari dokumen visi dan misinya.

Selain itu, Ganjar-Mahfud berencana untuk mendorong pembentukan desa mandiri energi untuk meningkatkan bauran energi nasional. “Desa mampu mendayagunakan sumber energi lokal berbasis EBT untuk memasok kebutuhan energinya sehingga menjadi bagian dari gugus penghijauan ekonomi Indonesia,” tulis Ganjar-Mahfud.

Ganjar-Mahfud juga berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pemeliharaan hutan, pemangkasan polusi udara dari emisi kendaraan dan industri, pembatasan penggunaan plastik, serta transisi energi menuju net zero emission (NZE).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto

Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto

Sleman
| Sabtu, 04 April 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement