Advertisement

Dapat Somasi soal Nyamuk Wolbachia, Ini Tanggapan Menkes

Reyhan Fernanda Fajarihza
Sabtu, 23 Desember 2023 - 19:27 WIB
Mediani Dyah Natalia
Dapat Somasi soal Nyamuk Wolbachia, Ini Tanggapan Menkes Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meresmikan Sentra Vaksinasi di Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (2/6/2021) pagi. - ANTARA

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA–Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali mendapat somasi. Kali ini somasi berkaitan dengan penggunaan teknologi nyamuk ber-Wolbachia.

Menkes Budi Gunadi menuturkan situasi tersebut pernah terjadi saat pemberian vaksinasi Covid-19 yang juga ditolak oleh sebagian masyarakat. Kendati demikian, pihaknya tetap melanjutkan program itu karena terbukti secara ilmiah.

Advertisement

“Wolbachia ini secara ilmiah sudah terbukti menurunkan insiden [demam berdarah] dengue di Jogja. Dan itu sudah jalan 10 tahun. Ini juga di WHO sudah diterima sebagai salah satu metode untuk bisa mengurangi dengue. Sudah masuk jurnal-jurnal ilmiah,” katanya saat ditemui wartawan di Gedung Kemenkes RI, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (23/12/2023).

Menurutnya, kelompok yang menolak penerapan teknologi Wolbachia untuk mengurangi risiko DBD merupakan kelompok yang sama dengan yang menolak vaksin Covid-19. Budi mengaku juga pernah mendapatkan somasi terkait vaksinasi. “Dan ini kalo saya lihat yang menolak Wolbachia itu adalah sama persis, orang-orang sama yang menolak vaksin. Saya kembalikan ke masyarakat saja, lebih percaya yang mana,” tuturnya.

Baca Juga:

Ribut Nyamuk dengan Wolbachia, Ini Sejarah Awal Munculnya Program Penyebarannya

Nyamuk Ber-Wolbachia Tekan Kasus DBD dan Turunkan Angka Rawat Inap akibat Demam Berdarah

Valid dan Teruji! Nyamuk Wolbachia Tak Berdampak Buruk ke Manusia

Dia melanjutkan, Kemenkes akan terus meneruskan program nyamuk ber-Wolbachia karena terbukti bermanfaat untuk masyarakat. Pihaknya akan berupaya memberikan penjelasan saintifik yang mudah dipahami orang awam.

 “Kita percaya bahwa ini bermanfaat buat masyarakat, ya kita tetap jalankan. Sama seperti Wolbachia. Yang akan kita lakukan adalah menjelaskan secara lebih saintifik ke masyarakat untuk memahami,” pungkas Budi.

Dilansir dari Bisnis.com, sejumlah organisasi masyarakat melayangkan somasi terhadap Budi Gunadi Sadikin selaku Menkes RI untuk menghentikan tindakan penyebarluasan nyamuk yang dimodifikasi dengan bakteri Wolbachia, karena dianggap dapat menimbulkan wabah baru. Kemenkes sendiri telah menerapkan inovasi teknologi Wolbachia untuk menurunkan penyebaran DBD di Indonesia. Efektivitas teknologi Wolbachia telah diteliti sejak 2011 oleh World Mosquito Program (WMP) dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Wolbachia merupakan bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk.  Berdasarkan sifat alaminya, Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel tubuh serangga dan tidak bisa mereplikasi diri tanpa bantuan serangga inangnya. Bakteri Wolbachia secara alami ditemukan di dalam tubuh nyamuk aedes albopictus.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bus KSPN Jogja ke Parangtritis dan Baron, Tarif Mulai Rp12.000

Bus KSPN Jogja ke Parangtritis dan Baron, Tarif Mulai Rp12.000

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 08:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement