Defisit Daging 54 Persen, Pemerintah Akan Impor 100 Ribu Sapi Brasil
Gapuspindo dukung rencana impor 100.000 sapi hidup dari Brasil untuk penuhi 54% defisit daging nasional dan target swasembada protein 2026.
Proses evakuasi korban gempa bumi di China./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Setidaknya 137 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya masih hilang hingga Kamis (21/12/2023) hari ini, sebagai dampak dari gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 yang melanda barat laut provinsi Gansu, China pada Senin (18/12/2023) lalu.
Dilansir dari Reuters, di provinsi Gansu, 115 orang ditemukan tewas berdasarkan pembaruan dari pihak berwenang pada Rabu (20/12/2023) pukul 09.00 waktu setempat.
Sebanyak 784 orang mengalami luka-luka, selagi pemerintah Gansu belum melaporkan adanya orang hilang.
Sementara itu, lebih dari 207.000 rumah ditemukan rusak dan hampir 15.000 rumah rata dengan tanah di Gansu. Hal ini berdampak pada lebih dari 145.000 orang penduduk.
Di provinsi tetangganya, Qinghai, jumlah korban tewas bertambah menjadi 22 orang. Setidaknya 198 orang terluka dan 12 orang dinyatakan hilang, berdasarkan pembaruan pada Rabu pukul 20.56 waktu setempat.
Gempa yang terjadi pada musim dingin ini cukup menyulitkan petugas penyelamatan dan warga yang menjadi korban.
Jalan, saluran listrik, air, serta fasilitas produksi pertanian mengalami kerusakan, dan gempa tersebut juga memicu tanah longsor yang menyapu desa-desa di Haidong, Qinghai, tempat orang hilang dilaporkan.
Adapun, media China melaporkan bahwa pencarian dan penyelamatan korban di Gansu berakhir pada pada Selasa (19/12/2023) pukul 15.00 waktu setempat, sekitar 15 jam setelah bencana melanda daerah terpencil dan pegunungan dekat perbatasan yang melintasi provinsi Gansu dan Qinghai.
Belum jelas apakah pencarian di Qinghai masih berlanjut.
Gejolak pun timbul di media sosial China, Weibo. Warganet mempertanyakan operasi penyelamatan yang dianggap berakhir terlalu cepat.
Mereka penasaran dengan seberapa cepat upaya penyelamatan dilakukan di Gansu.
BACA JUGA: Gempa Bumi China Tewaskan Ratusan Orang, Ini Foto-Fotonya
Banyak yang berpendapat bahwa suhu di bawah titik beku adalah faktor utama yang memperpendek "masa emas" untuk menemukan korban selamat, biasanya 72 jam seusai bencana terjadi.
Menurut laporan media setempat yang mengutip pakar, orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan dan terkena suhu minus 10 derajat Celcius dalam waktu lama berisiko mengalami hipotermia, dan mungkin hanya dapat hidup selama 5-10 jam.
“Mereka pasti sudah mati saat ditemukan, bahkan 24 jam saja sudah terlalu lama. Suhu di luar ruangan berada di bawah minus 10 derajat Celcius,” komentar seorang pengguna, mengutip Reuters pada Kamis (21/12/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Gapuspindo dukung rencana impor 100.000 sapi hidup dari Brasil untuk penuhi 54% defisit daging nasional dan target swasembada protein 2026.
Delegasi internasional ramaikan CFD Klaten dalam rangka KLIC Fest 2026, promosikan wisata dan ekonomi kreatif daerah.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.