Advertisement

Alihkan Dana Pendidikan dan BLT untuk Danai Makan Siang Gratis, Prabowo Dikritik

Abdul Hamied Razak
Sabtu, 02 Desember 2023 - 01:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Alihkan Dana Pendidikan dan BLT untuk Danai Makan Siang Gratis, Prabowo Dikritik Tahu makanan sumber protein. / Ilustrasi / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana calon presiden dan calon wakil presiden 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan merefocusing sejumlah anggaran pada pos APBN, untuk membiayai program makan siang dan susu gratis saat nanti terpilih.

Rencana refocusing anggaran termasuk di antaranya bantuan langsung tunai (BLT) yang selama ini diberikan bagi masyarakat tidak mampu pun mendapat kritik dari sejumlab pihak.

Advertisement

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Arjuna Putra Aldino menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap rencana paslon Prabowo-Gibran yang berencana melakukan refocusing dan merealokasi anggaran fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan demi menjalankan program makan siang dan minum susu gratis.

Arjuna menuturkan, program bantuan pendidikan, perlindungan sosial dan kesehatan seperti KIS, KIP, BPJS dan PKH telah memberi banyak manfaat bagi masyarakat kalangan bawah.

“Kalau untuk membiayai program makan siang dan minum susu gratis dengan refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Maka program seperti KIS, KIP, BPJS dan PKH bakal dihapus dong. Padahal itu sangat bermanfaat untuk wong cilik," ungkap Arjuna, Sabtu (2/12/2023).

BACA JUGA: Megaproyek Pembangunan IKN, Jokowi: Untuk Mengatasi Ketimpangan Ekonomi

Kritik juga disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti. Menurutnya masyarakat menginginkan bicara ide dan gagasan, bukan tentang makan dan minum susu gratis. "Ini jelas menurut saya harus dikritik, karena kampanye ini kita inginkan berbicara ide. Bukan berbicara tentang makan dan minum susu gratis," kata Ray saat diskusi Para Syndicate bertajuk Kampanye Pilpres, Politik Gemoy vs Politik Gagasan, Kamis (30/11/2023).

Ia juga meminta Bawaslu agar menindaklanjuti kegiatan tersebut. Menurutnya, jika itu merupakan bagian dari kampanye, maka berpotensi disebut sebagai praktik politik uang. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, pada Selasa (28/11/2023) mengatakan, sumber dana sebesar Rp400 triliun yang dibutuhkan untuk program makan siang dan susu gratis akan didapat dari pengalihan dana-dana pada pos APBN.

"Sumbernya ya dari refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Tergantung pada segmentasi orang bersangkutan," kata Nusron.

Nusron optimis, anggaran Rp400 triliun per tahun yang didapat dari realokasi beberapa pos anggaran, bisa mengcover 82,9 juta ibu dan anak yang bakal menerima manfaat makan siang dan susu gratis di Indonesia. Namun, target tersebut baru bisa dicapai pada 2029.

"Itu program dengan asumsi tercover 82,9 juta atau 100 persen itu baru bisa tercapai pada 2029," kata Nusron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Gunungkidul Digelontor Rp20 Miliar untuk Padat Karya

Gunungkidul
| Jum'at, 23 Februari 2024, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Rayakan Imlek, Solo Safari Sambut Pengunjung dengan Beragam Acara Seru

Wisata
| Senin, 12 Februari 2024, 17:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement