Mahasiswa Diedukasi Terkait Bahaya Pinjol Ilegal dan Literasi Keuangan
Mahasiswa diedukasi tentang bahaya pinjol ilegal dan pentingnya literasi keuangan digital.
Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Tentara Israel kembali menyerang Jalur Gaza setelah gencatan senjata yang disebut sebagai jeda kemanusiaan berakhir pada Jumat (1/12/2023). Hal ini dilaporkan sukarelawan organisasi kemanusiaan MER-C. Mereka menyebut jeda kemanusiaan hanya berlangsung tujuh hari.
"Kami mendengar dentuman-dentuman bom yang terus berdatangan. Berdasarkan pantauan kami dari wartawan setempat, sudah ada dua orang yang meninggal di Gaza utara. Total 21 orang meninggal akibat serangan Israel hari ini," kata Sukarelawan MER-C Fikri Rofiul Haq di akun Instagram @mercindonesia pada Jumat.
BACA JUGA: Wisata Bangkok, Menikmati Senja di Sungai Chao Phraya
Dia mengatakan bahwa Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza tengah dan Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis diserang militer Israel.
"Kami berharap semoga tempat kami dan seluruh tempat yang ada di Gaza menjadi tempat yang aman bagi para pengungsi guna melindungi warga sipil yang tidak bersalah," katanya.
Dia mengatakan bahwa jet tempur dan pesawat nirawak Israel sudah beterbangan dan suara tembakan artileri juga terdengar. Fikri berharap agar konflik Israel-Palestina saat ini segera berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahasiswa diedukasi tentang bahaya pinjol ilegal dan pentingnya literasi keuangan digital.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.
Polres Kulonprogo memperketat pengawasan pupuk subsidi untuk mencegah penyelewengan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Kemendikdasmen ubah jadwal TKA SMA 2026 dimajukan dan diperpanjang jadi 4 hari dengan skema ujian baru.
WHO memperingatkan wabah Ebola varian Bundibugyo di Afrika Tengah menyebar cepat dan menyebabkan ratusan kematian. Gejalanya mirip flu biasa.