Advertisement
Jokowi Ungkap Perang di Gaza Tidak Bisa Dihentikan dalam Waktu Dekat
Warga Palestina berkumpul di sekitar puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dengan kelompok Hamas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Kamis (19/10/2023). Antara/Reuters - Ibraheem Abu Mustafa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa perang Israel dan pasukan Hamas di Gaza, Palestina bakal berlangsung lebih lama.
Jokowi juga mengungkapkan alasannya jarang absen untuk menghadiri konferensi dan pertemuan di tingkat internasional, yakni untuk mengetahui situasi global secara langsung dari kepala-kepala negara.
Advertisement
Hal ini disampaikannya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2023 di Graha Bhasvara Icchana Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2023).
“Banyak fenomena isu domestik Negara yang berdampak ke global. Amerika Serikat inflasi dan suku bunga yang tinggi. China perlambatan ekonomi dan krisis properti. Peningkatan tensi geopolitik yang semua dadakan semuanya, perang Ukraina enggak ada hujan enggak ada angin tahu-tahu perang. Gaza enggak ada hujan enggak ada angin tahu-tahu perang,” tuturnya dalam forum tersebut.
Dia menyebutkan melalui konferensi internasional, Jokowi ingin mendengar dan melihat dampak signifikan yang dapat terjadi akibat situasi global yang tak menentu, khususnya terhadap perekonomian, sektor energi, hingga krisis pangan.
Orang nomor satu di Indonesia itu pun mengaku dalam 2 minggu, dirinya melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi hingga dua kali. Adapun, besok Jokowi memang dijadwalkan akan menghadiri Konferensi para pihak konvensi kerangka kerja PBB tentang perubahan iklim (Conference of the Parties 28, COP-28) di Dubai.
Alhasil, dia pun menyimpulkan melalui setiap konferensi internasional yang dihadirinya terangkum bahwa perang belum dapat dihentikan dalam waktu dekat yang tentunya berdampak terhadap berbagai sendi dan lini kehidupan.
BACA JUGA: 3.200 Warga Palestina Ditangkap Israel
Oleh sebab itu, Jokowi mengajak agar dampak dari perang dapat segera diantisipasi secara bersama-sama.
“Karena kalau sudah yang namanya perang ini ganggunya ke mana-mana, gangguan rantai pasok global, lonjakan harga pangan, lonjakan harga energi semuanya akan terdampak semuanya,” imbuhnya.
Tak habis soal perang, Jokowi melanjutkan dunia juga diterpa tantangan dari perubahan iklim. Apalagi, pemanasan global sangat berdampak terhadap produksi pangan di berbagai negara. Dia menjabarkan bahwa sebanyak 22 Negara membatasi ekspor pangan secara mendadak untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan komoditas dari masing-masing negara.
“Dadakan lagi ini, dulu yang namanya impor beras semua negara menawarkan. ‘Saya punya stok’, ‘saya punya stok’, sekarang 22 negara stop ekspor dan membatasi ekspor pangan,” pungkas Jokowi.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Google Terapkan Judul AI Permanen di Discover, Clickbait Ditekan
- Aston Villa Akhiri Puasa 21 Tahun, Tumbangkan Newcastle 2-0
- 76 Tahun Imigrasi Indonesia, Dari Sejarah Panjang hingga Layanan
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Senin 26 Januari 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini
- Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia, Industri Musik Berduka
- Jadwal SIM Keliling di Bantul, Senin 26 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



