Advertisement

Kim Jong-un Klaim Satelitnya Mampu Mata-matai Gedung Putih dan Pentagon

Rahmad Fauzan
Selasa, 28 November 2023 - 22:17 WIB
Arief Junianto
Kim Jong-un Klaim Satelitnya Mampu Mata-matai Gedung Putih dan Pentagon Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Korea Utara mengeklaim satelit mata-mata pertamanya yang diorbitkan pekan lalu berhasil memotret Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Petagon, dan kapal induk AS di pangkalan laut Norfolk.

Mengutip Reuters, pihak Korea Utara memang merancang satelit tersebut untuk melakukan pemantauan terhadap kegiatan militer Negeri Paman Sam beserta sekutunya, Korea Selatan.

Advertisement

Pendiri situs berita NK News yang berfokus kepada Korea Utara, Chad O'Carroll, mengatakan satelit tersebut memotret kota-kota dan pangkalan militer di Korea Selatan, Guam, dan Italia, selain ibu kota AS. “Namun, seberapa bermanfaat gambar-gambar itu tergantung kepada tujuan mereka menggunakannya,” kata Carroll.

Selain itu, Pyongyang sendiri belum merilis gambar apapun terkait dengan klaim yang disampaikan. Hal ini membuat para analis dan pemerintah asing memperdebatkan kemampuan satelit baru Kim Jong Un itu.

Kendati demikian, pakar satelit di James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), Dave Schmerler, tidak menafikan potensi kebenaran klaim Korea Utara seperti dijelaskan di atas. Walaupun dia menilai Korea Utara perlu meluncurkan lebih banyak satelit lagi agar dapat lebih sering melintasi lokasi-lokasi penting.

BACA JUGA: Suasana HUT Korea Utara: Kim Jong-un Puji Patriotisme Warganya

Hal ini, sambungnya, sedang diupayakan oleh badan antariksa Korea Utara. “Ini adalah lompatan besar bagi Korea Utara. Namun, sampai kami melihat gambar yang mereka kumpulkan, kami masih berspekulasi mengenai kasus penggunaannya,” kata Schmerler.

Sementara itu, Korea Selatan batal merealisasikan peluncuran satelit mata-mata pertamanya yang dijadwalkan pada 30 November 2023 akibat kendala cuaca.

Menanggapi klaim Korea Utara mengenai kemampuan satelit mata-mata pertamanya mengawasi objek vital AS, otoritas Negeri Ginseng meyakini kemampuan satelit negara komunis itu tidak dapat diverifikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Ribuan Pelari dari 22 Negara Meriahkan Coast to Coast Ultra 2024 di Pantai Selatan Bantul

Bantul
| Minggu, 25 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement