Advertisement
Joe Biden: Gencatan Senjata Justru Picu Lebih Banyak Serangan Hamas
Joe Biden. - REUTERS/Charles Mostoller
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meyakini gencatan senjata di Gaza justru akan memicu serangan baru dan lebih banyak lagi serangan, dari gerakan radikal Palestina, Hamas.
Dia menjelaskan bahwa bagi Hamas, gencatan senjata adalah waktu bagi kelompok tersebut untuk memenuhi kembali persediaan senjatanya. “Selama Hamas berpegang teguh pada ideologi penghancurannya, gencatan senjata bukanlah perdamaian. Bagi anggota Hamas, setiap gencatan senjata adalah waktu yang mereka manfaatkan untuk membangun kembali persediaan roket mereka, mengatur ulang posisi para pejuang dan memulai kembali pembunuhan dengan menyerang orang-orang yang tidak bersalah lagi," katanya, dilansir TASS, Minggu (19/11/2023).
Advertisement
Dia mengatakan jika Hamas menguasai Gaza maka akan menghilangkan kesempatan warga Palestina untuk hidup lebih baik. "Hasil yang membuat Hamas menguasai Gaza akan sekali lagi melanggengkan kebenciannya dan menghilangkan kesempatan warga sipil Palestina untuk membangun sesuatu yang lebih baik bagi diri mereka sendiri," ujarnya.
Menurutnya, di saat AS berupaya menuju solusi dua negara, Gaza dan Tepi Barat harus disatukan kembali di bawah satu struktur pemerintahan, yang pada akhirnya di bawah revitalisasi Otoritas Palestina. “Rakyat Palestina berhak mendapatkan negara mereka sendiri dan masa depan yang bebas dari Hamas,” ucap pemimpin AS itu.
BACA JUGA: Usai Taklukkan Wilayah Utara, Pasukan Israel Bakal Serang Hamas di Gaza Selatan
Seperti diketahui, ketegangan kembali berkobar di Timur Tengah setelah Hamas yang berbasis di Jalur Gaza melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel, pada 7 Oktober 2023.
Hamas menggambarkan serangannya sebagai respons terhadap tindakan agresif otoritas Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Temple Mount di Kota Tua Yerusalem.
Israel mengumumkan pengepungan total terhadap Gaza dan mulai melakukan serangan terhadap daerah Palestina itu, serta wilayah tertentu di Lebanon dan Suriah. Bentrokan juga terjadi di Tepi Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prediksi Galatasaray vs Liverpool: Tuan Rumah Diunggulkan
- Prabowo Panggil Menteri Bahas Kondisi Ekonomi di Istana
- Sebanyak 1,8 Juta Pemudik Diprediksi Masuk DIY Saat Lebaran
- Tayang 16 April, Simak Sinopsis dan Deretan Aktor di Ghost in the Cell
- BPBD DIY Telusuri Penyebab Tanah Bergerak di Bantul
- Stok Bahan Pokok di Sleman Aman Hingga Pasca Lebaran
- Warga Tolak Dapur MBG Banguntapan, Pemkab Bantul Buka Suara
Advertisement
Advertisement







