Advertisement
Kepala BNPT: Waspada Radikalisme di Medsos!
Ilustrasi Media Sosial / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengingatkan generasi muda untuk waspada radikalisme yang disebarkan via digital, seperti media sosial (medsos).
Rycko menyebut penyebaran paham kebencian dan kekerasan di dunia maya perlu diwaspadai, terlebih bagi kaum muda karena mereka adalah sasaran utama kelompok radikal.
Advertisement
“Hati-hati di online. Kenapa yang menjadi sasaran utama empuknya anak-anak kaum remaja dan perempuan? Mereka adalah generasi penerus bangsa," ucap Kepala BNPT sebagaimana keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu.
BACA JUGA : 3 Napiter Baca Ikrar Setia NKRI, Berjanji Tinggalkan Ajaran Radikalisme
Menurut Rycko, kewaspadaan terhadap narasi permusuhan dan perpecahan di dunia maya berkaitan erat dengan urgensi generasi muda menjaga persatuan dan kesatuan demi masa depan Indonesia yang aman dan damai.
Jenderal Polisi bintang tiga itu pun mengingatkan bahwa Indonesia dibangun dari berbagai perbedaan suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Hal itu harus disadari oleh generasi muda bahwa menerima perbedaan menjadi penting dalam praktik bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dirinya menilai, satu-satunya titik terlemah Indonesia adalah dengan membuat generasi muda terpecah belah. Oleh karena itu, ia berpesan agar para generasi muda terus memelihara persatuan dan kesatuan.
“Jaga persatuan dan kesatuan, jaga negeri ini dengan menjaga diri kita masing masing. Jangan mau dipecah belah," pesan Rycko di hadapan santri di Pesantren Terpadu Qoshrul Muhajirin dan para mahasiswa Universitas Siliwangi, di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (17/11/2023).
Ia memberi contoh kuatnya persatuan dan kesatuan melalui Sumpah Pemuda 1928. Ketika itu, kata Rycko, seluruh pemuda duduk bersama membangun persatuan dan kesatuan yang berdampak besar bagi perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah.
“Karena pada waktu kita sendiri-sendiri, kita tidak bisa melawan penjajah. Para pemuda membangun persatuan dan kesatuan melalui Sumpah Pemuda, dengan berbagai perbedaan kita satukan, negara ini menjadi kuat. Indonesia ada karena ada persatuan dan kesatuan,” ucapnya.
Kepala BNPT juga mengingatkan generasi muda untuk waspada jika ada sekelompok oknum yang menggunakan ujaran kebencian dan mengarah kepada kekerasan dengan mengatasnamakan agama.
“Tidak satu pun di dunia ini yang mengajarkan tentang kekerasan. Semua agama mengajarkan tentang kebaikan, cinta kasih, rahmatan lil alamin, perdamaian dan kemanusiaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement







