Advertisement
Pembangunan IKN Ditarget Selesai dalam 15-20 Tahun Mendatang

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat terwujud dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun mendatang. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai melakukan kunjungan kerja dalam rangka memulai pembangunan sejumlah investasi Swasta di IKN pada Rabu (1/11/2023).
"Ya ini perkiraan saya 15 sampai 20 tahun proyek IKN Nusantara. Jadi, di negara mana pun (yang membangun ibu kota baru) ya kira-kira 15 sampai 20 tahun," tuturnya dalam keterangan kepada media di Kawasan IKN, dikutip Kamis (2/11/2023).
Advertisement
Kepala Negara optimistis dapat dengan optimal mencapai target penyelesaian pembangunan IKN seiring dengan masifnya investasi swasta yang telah bergulir.
Terlebih lagi, Jokowi menambahkan, hingga akhir 2023 total investasi di IKN yang disuntik oleh pemodal dalam negeri dilaporkan mencapai Rp45 triliun.
Perinciannya, total investasi yang disuntik oleh PMDN pada groundbreaking September 2023 totalnya mencapai Rp23 triliun, pada November 2023 sebesar Rp12 triliun dan pada Desember 2023 senilai Rp10 triliun.
"Ini kalau swasta sudah masuk akan terus bergulir [pembangunannya]. Terutama nanti setelah selesai yang namanya nanti Tol Balikpapan - Nusantara. Kemudian setelah selesai airport Nusantara itu akan mempercepat proses investasi yang ada di ibu kota negara nusantara," tuturnya.
BACA JUGA: Jokowi Targetkan Bandara IKN Beroperasi Juni 2024
Sebelumnya, orang nomor 1 di Indonesia tersebut memastikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan dan mendahulukan investor lokal dalam berinvestasi di IKN. Namun, Jokowi menambahkan, jika sudah tidak ada minat dari investor lokal, maka pemerintah akan membuka peluang investor dari luar negeri untuk turut andil menopang pembangunan IKN.
Pasalnya, dia menyebut minat investor asing untuk berinvestasi di IKN juga tinggi. Presiden memerinci, sedikitnya 130 investor dari Singapura telah datang melihat langsung IKN beberapa bulan lalu. Selain itu ada juga investor dari Korea Selatan, Jepang, Malaysia, hingga Uni Emirat Arab yang telah menyatakan minat menanamkan modal untuk pembangunan ibu kota baru.
"Ini memang kami ngerem, dari dalam negeri dulu yang menggerakkan. Nanti untuk zona-zona besar, misalnya financial center nanti mungkin dari luar. Zona kesehatan mungkin bisa masuk rumah sakit internasional bisa dengan UU Kesehatan yang sekarang bisa,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ini Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Arus Balik 2025, Terjadi Peningkatan Jumlah Kendaraan di Tol Cipali
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
Advertisement

Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kementerian Kehakiman Korsel Beri WNI Ini Penghargaan Atas Aksi Heroiknya
- Kapan Prabowo Bertemu Megawati, Ini Kata Elite PDIP dan Gerindra
- 241 Kecelakaan Terjadi Saat Mudik, 24 Orang Meninggal Dunia
- Tak Jadi Vidcall, Megawati Titip Pesan ke Prabowo lewat Didit
- Elon Musk Masih Jadi Orang Paling Tajir Sejagad
- Dongkrak Produktivitas Pertanian, Kementan Genjot Distribusi Alsintan Modern Bagi Petani
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Advertisement
Advertisement