Hilirisasi Nikel RI Masuk Babak Baru, Bidik Ekosistem Baterai
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
Jokowi mengunjungi pasar Jatinegara untuk meninjau harga kebutuhan pokok, Selasa (19/9/2023) / Sekretariat Presiden - Muchlis Jr
Harianjogja.com, JAKARTA–Kenaikan harga beras di Indonesia disebut dalam tahap yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini disampaikannya dalam agenda Konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Ala-Alap Jokowi Taat Instruksi 2024 Apa Kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/10/2023).
Jokowi tak membantah bahwa msetiap negara tengah dihadapkan dengan permasalahan pangan, tak hanya gandum tetapi juga komoditas beras.
Indonesia, kata Jokowi masih perlu untuk melakukan import hingga 1,5-2 juta ton lantaran dinilainya produksi di dalam Negeri yang belum mencukupi mengingat pertambahan penduduk yang terus bertambah. 278 juta tahun ini, sebelumnya 270 juta.
BACA JUGA: Dua Kiper Cedera, PSIM Resmi Merekrut Taopik Hidayat
Bahkan, dia mengatakan menghadapi produksi beras harus bertambah, tetapi banyak Negara seperti India dengan 22 Negara lainnya yang memutuskan menghentikan ekspor beras yang membuat peningkatan harga beras tak terelakkan. Kendati demikian, Indonesia masih berada dalam kondisi yang lebih baik.
“Ini masalah yang harus saya sampaikan. Karena imbasnya ke negara lain. Harga beras kita masih di angka Rp10.800—Rp13.000 tetapi di Negara tetangga harganya sudah sangat tinggi,” ucapnya dalam forum tersebut
Kepala Negara memerinci bahwa nasib serupa tengah melanda negara tetangga. Misalnya, harga beras di Singapura rata-rata sudah mencapai Rp21.600, Brunei Darussalam sudah mencapai rata-rata Rp37.000, di Timor Leste sudah berada di angka Rp20.000.
Sementara itu, Indonesia masih dikisaran Rp10.800—Rp13.000. Meski begitu, Presiden Ke-7 RI itu menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha dalam menekan harga beras agar turun dan kembali normal dengan berbagai strategi salah satunya pemberian bantuan.
“[Pada] 6 bulan lalu seinget saya kita sudah memberikan bantuan 10 kilogram (kg) per bulan beras kepada 21,3 juta masyarakat kita. Kemudian, kami ulangi lagi September—Oktober akan kami berikan bantuan 10 kg beras ke 21,3 juta untuk masyarakat kita untuk meringankan masalah berat ini. Sepanjang APBN masih ada ruang pasti kita akan putuskan,” kata Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna