Menkes Sedih Nakes Hina Pasien BPJS, Tekankan Pentingnya Empati

Akbar Evandio
Akbar Evandio Jum'at, 07 Agustus 2026 10:47 WIB
Menkes Sedih Nakes Hina Pasien BPJS, Tekankan Pentingnya Empati

Ilustrasi Puskesmas - ist/Kemenkes

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keprihatinannya atas dugaan komentar bernada menghina yang dilontarkan sejumlah tenaga kesehatan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan. Menurutnya, setiap profesi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, harus mengedepankan empati dalam menghadapi siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Pernyataan itu disampaikan Budi saat menjawab pertanyaan wartawan sebelum menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

"Hati saya sedih, harusnya apapun profesi kita, kita harus punya empati lah ke masyarakat," ujar Budi.

Pernyataan tersebut muncul setelah polemik dugaan komentar tenaga kesehatan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan ramai diperbincangkan di media sosial.

Berawal dari Keluhan Pasien di Threads

Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads pada 22 Juli 2026.

Dalam unggahannya, Yurizal mengeluhkan lamanya menunggu ruang rawat inap di rumah sakit. Ia mengaku telah menunggu selama delapan jam tanpa memperoleh ruang perawatan.

"8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nya soalnya gue pakai BPJS."

Unggahan tersebut kemudian menjadi viral dan memancing berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar yang beredar diduga berasal dari tenaga kesehatan maupun dokter dan dinilai merendahkan pasien pengguna BPJS Kesehatan.

Yurizal Dilaporkan Meninggal Dunia

Sekitar sepekan setelah unggahannya menjadi perhatian publik, Yurizal dilaporkan meninggal dunia.

Kabar duka itu disampaikan oleh sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, melalui akun media sosial milik almarhum pada 1 Agustus 2026.

Dalam unggahannya, Hilda menyebut Yurizal meninggal pada 31 Juli 2026 setelah kondisinya memburuk dan terlambat mendapatkan penanganan rumah sakit.

Peristiwa tersebut memicu sorotan publik terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan sekaligus etika profesi tenaga kesehatan saat merespons keluhan pasien di media sosial.

Dedi Mulyadi Minta Ada Sanksi

Di Bandung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan RSUD dr. Soekardjo yang menjadi sorotan setelah diduga menghina pasien peserta BPJS Kesehatan melalui media sosial.

Menurut Dedi, penanganan kasus tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah setempat. Namun, ia menilai langkah tegas perlu diambil agar menjadi pembelajaran bagi seluruh aparatur pelayanan publik, khususnya tenaga kesehatan.

"Artinya di bawah kewenangan wali kota. Nanti saya minta wali kota memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Nanti kan pasti ada ketentuan yang bisa diterapkan dalam bentuk sanksi kepada nakes tersebut," katanya, Kamis (6/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah viral komentar Norma Zahara, tenaga kesehatan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, terhadap unggahan Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads.

Kasus tersebut hingga kini masih menjadi perhatian publik karena menyangkut pelayanan kesehatan, etika profesi tenaga kesehatan, serta perlakuan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online