Penyaluran BSU 2025 Tak mencapai Target, Data Penerima Jadi Kendala
Penyaluran BSU 2025 mencapai 95,07% dari target. Kemnaker mengungkap kendala data penerima dan menegaskan BSU 2026 belum diumumkan.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahwa fenomena El Nino dapat meningkatkan risiko persebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan hal ini dimungkinkan oleh pembiakan nyamuk aedes aegypti yang berpotensi lebih tinggi.
"El nino ini pasti temperatur suhu naik. Kemudian ada angin yang mempengaruhi penyebaran nyamuk, ada kelipatan, ada juga curah hujan. Saya kira sudah pasti akan berpengaruh karena ini penularannya dari nyamuk," katanya dalam peluncuran kampanye nasional pencegahan DBD di Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (27/9/2023).
Menurutnya, kondisi cuaca tersebut dapat mempercepat daur hidup nyamuk hampir dua kali lipat dari siklus normal.
Hal ini yang kemudian berpengaruh terhadap kepadatan nyamuk yang menjadi biang dari penyakit DBD.
"Dari nyamuk jadi telur, telur itu bisa 1-5 hari menetas, jadi jentik, jentik jadi kepompong, kemudian jadi nyamuk dewasa. Itu siklusnya paling cepat bisa sampai 6-7 hari," paparnya.
BACA JUGA: El Nino dan Kekeringan, DIY Malah Hujan Ringan dan Cuaca Dingin, Ini Penjelasan BMKG
Menariknya, Maxi juga memaparkan hasil suatu penelitian yang menjelaskan pengaruh cuaca terhadap agresivitas nyamuk.
"Dalam suhu di bawah 20 derajat nyamuk itu mengigit manusia sekali dalam waktu 5,5 hari. Tapi, kalau suhu di atas 27-33 derajat, nyamuknya menggigit tiap dua hari, jadi 2x lebih cepat. Kalau banyak gigitannya, sudah pasti ada virus DB dari situ," jelasnya.
Adapun pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) DBD akibat el nino.
"Ini kesiapan sarana kesehatan, tentu itu paling penting, bagaimana kesiapan menangani pasien-pasien kalau terjadi KLB," kata Maxi.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kemenkes, jumlah kasus DBD dari awal tahun 2023 sampai dengan minggu ke-33 adalah 57.884 kasus dengan 422 kematian, yang telah dilaporkan oleh 462 Kab/Kota di 34 Provinsi Indonesia.
Kemudian, dari kasus 95.895 kasus demam berdarah yang tercatat sepanjang 2021 lalu, 36,10 persennya merupakan golongan produktif dari rentang umur 15-44 tahun.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Penyaluran BSU 2025 mencapai 95,07% dari target. Kemnaker mengungkap kendala data penerima dan menegaskan BSU 2026 belum diumumkan.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.