Update Gunung Anak Krakatau 10 September: Masih Erupsi, Status Level III
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.
Ilustrasi kebakaran lahan dan hutan/Freepik
Harianjogja.com, WONOGIRI—Dalam sebulan, Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan sampai delapan kali. Terakhir terjadi pada Sabtu (26/8/2023).
Kebakaran menghanguskan hutan dan lahan milik warga seluas sekitar 30 hektare (ha). Kepala Desa Sendangijo, Wagino, mengatakan kebakaran lahan hutan dan ladang warga pada Sabtu malam diketahui pada sekitar pukul 19.00 WIB. Titik awal api berada di puncak bukit wilayah Sendangijo yang jauh dari permukiman warga dan jalan umum.
Kebakaran meluas sampai ke lahan-lahan warga. Api membakar rerumputan kering dan batang pohon. Wagino menerangkan pemadaman kebakaran baru bisa dimulai pada pukul 23.00 WIB.
Hal itu karena pada malam tersebut, warga desa tengah mengadakan acara Festival Agustus Merdeka yang diikuti banyak warga, termasuk sukarelawan Desa Tanggap Bencana (Destana).
Selesai acara, Wagino dan sejumlah anggota Destana Sendangijo, Wonogiri, naik ke bukit yang dilanda kebakaran itu guna memadamkan api. Sebagian dari mereka membawa tangki air yang digendong.
Baca juga: Ganjar Mulai Konsolidasi Kekuatan, Anies Bahas Strategi Kemenangan
Sebagian lagi hanya membawa ranting pohon untuk memadamkan api. Wagino menyebut lahan hutan yang terbakar itu luasnya sekitar 30 hektare. Kebakaran lahan itu baru bisa dipadamkan pada Minggu pukul 02.00 WIB.
“Ini kebakaran yang kedelapan di sekitar wilayah yang sama selama Agustus [2023] ini,” kata Wagino dikutip dari Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Minggu (27/8/2023).
Menurut Wagino, lahan hutan di Sendangijo, Wonogiri, itu memang sudah menjadi langganan kebakaran setiap tahun saat kemarau. Sampai saat ini belum jelas apa penyebab sering terjadinya kebakaran itu.
Meski belum ada bukti kuat, Wagino menyebut ada indikasi unsur kesengajaan pada kejadian kebakaran itu di hutan desa itu. Kebakaran diduga tidak terjadi secara alami. Beruntung Desa Sendangijo memiliki sukarelawan Destana.
Mereka selalu tanggap ketika terjadi kebakaran di lahan hutan. Para anggota Destana itu menjadi ujung tombak ketika terjadi bencana di Sendangijo.
Salah seorang sukarelawan Destana Sendangijo, Faisal, menyampaikan kebakaran hampir selalu terjadi di lahan hutan yang jauh dari permukiman dan akses jalan Sendangijo. Titik awal api berada di tengah hutan atau puncak bukit.
Hal itu kerap menyulitkan proses pemadaman. Apalagi kondisi tanah di hutan itu cukup terjal dengan tanah berbatu. Menurut Faisal, kebakaran pada malam itu cukup besar dan meluas.
Seperti kebakaran sebelumnya, kebakaran yang sebagian terjadi di wilayah hutan Perum Perhutani itu diindikasikan dilakukan secara sengaja oleh oknum warga.
“Kami para Destana dan Pak Pala [Kepala Desa Wagino] naik ke sana dengan alat seadanya. Kami berusaha biar api enggak meluas. Kebanyakan memang hanya membakar rerumputan kering,” ujar dia.
Faisal menjelaskan titik awal api pada kebakaran hutan dan lahan di Sendangijo, Wonogiri, malam itu ada di tengah hutan. Sehingga ada dugaan kebakaran itu memang ada unsur kesengajaan. Apalagi titik awal itu jauh dari akses jalan. “Kalau enggak sengaja gitu kan mungkin karena puntung rokok atau bakar sampah. Kalau di sana tidak mungkin [karena puntung rokok], soalnya di puncak [bukit],” kata Faisal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.
SIMAK RISKI dikembangkan Pemkot Jogja untuk mengintegrasikan manajemen risiko dengan SAKIP dan mencegah target kinerja terganggu.
Luhut menyebut 50 juta masyarakat miskin desil 1–5 akan menerima bansos digital. Penyaluran ditargetkan mulai 2027 secara cashless.
Kejati DIY menetapkan ABW sebagai tersangka dugaan korupsi kelonggaran tarik pinjaman senilai sekitar Rp1,66 miliar di Wonosari.
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.