Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, SRAGEN—Seorang warga Dukuh Selorejo, Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Sragen, tercebur sumur saat memperbaiki pompa air, Minggu (2/7/2023) petang. Laki-laki tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam sumur.
BACA JUGA: Tercebur Sumur, Balita Meninggal Dunia
Proses evakuasinya membutuhkan waktu cukup lama karena sumur berdiameter 1,5 meter dan cukup dalam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sukarelawan SAR yang berjumlah 65 orang terlibat dalam proses evakuasi yang dilakukan selama lebih dari satu jam.
Camat Jenar, Dani Wahyu Setiawan, kepada Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Senin (3/7/2023), menyampaikan kejadian itu diketahui pukul 15.00 WIB dan evakuasi selesai pukul 17.40 WIB. Dia mengungkapkan korban diketahui bernama Hendrik Soepadi L.S., 57, warga Selorejo RT 003.
“Awalnya korban pada pukul 10.00 WIB memperbaiki pompa air di sumur di belakang rumah. Istrinya menunggu di rumah. Hingga sore hari istri korban curiga karena korban tak kunjung kembali ke rumah. Istri dan warga berinisiatif mencari di belakang rumah. Ada warga yang memancing di sumur, ternyata kaus yang dikenakan korban terkena pancing. Atas kejadian itu, warga melapor kepada pihak terkait,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan tim reaksi cepat (TRC) BPBD langsung berkoordinasi dengan SAR lainnya untuk melakukan evakuasi setelah mendapatkan laporan tersebut. Dia menyebut ada 65 orang yang terlibat dalam evakuasi korban yang tercebur sumur tersebut.
Puluhan personel tersebut terdiri atas unsur BPBD, Polri, TNI, Trantib Kecamatan Jenar, PMI Sragen, PSC 119 Sukowati, Puskesmas Jenar, perangkat Desa Kandangsapi, SAR Himalawu, Tagana Sragen, SAR Ganefo, FKPPI, LPBI NU, Bagana, SAR MTA, SAR Elpeje, SAR PSHT Karangmalang, sukarelawan PB Sragen, dan potensi SAR Sragen, serta warga setempat.
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kapolsek Jenar, Iptu Rudi Hartono, menambahkan awalnya anak korban mengeluhkan air di kamar mandi mati. Mendengar keluhan anaknya, korban langsung ke sumur belakang rumah untuk memperbaiki pompa air listrik.
Saat Zuhur, jelas dia, istri korban mencari korban untuk diajak pulang makan dan istirahat tetapi tidak menemukan.
“Istri korban meminta bantuan tetangga untuk mencari. Warga berinisiatif membawa senter dan pancing ikan dan diarahkan ke sumur dengan kedalaman 18 meter itu. Akhirnya kail pancil mengenai kaus korban,” katanya.
Dia mengatakan setelah korban dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka. Dia melanjutkan Tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Jenar melakukan pemeriksana fisik korban.
Korban dengan tinggi badan 161 cm dan berat 80 kg mengalami lecet di bagian kepala. Dia mengatakan luka tersebut diduga karena benturan.
Dia mengungkapkan tim juga menemukan luka yang diduga akibat tersetrum di jari manis tangan kiri, dan luka-luka lainnya.
“Keluarga korban menerima musibah itu dan menolak dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan membuat surat pernyataan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan