Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Foto ilustrasi jemaah haji di tanah suci 2023. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI banyak mendapatkan laporan soal jemaah haji Indonesia telantar di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi.
Anggota Timwas Haji DPR RI Abdul Wachid mengatakan bahwa para jemaah dari Kabupaten Demak dan Pemalang hingga pukul 09.40 waktu Arab Saudi belum juga terangkut ke pemondokan di Mina. Kondisi jemaah juga dilaporkan memprihatinkan.
"Kondisinya memprihatinkan, belum sarapan pagi tidak ada air, para jemaah minum air mineral sisa dan kondisi lansia, kasihan. Sudah ada yang pingsan kurang air. Droping bus sangat kurang," kata Wachid dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/6/2023).
Anggota Komisi VIII DPR RI itu mengatakan para jemaah seharusnya sudah mulai dipindahkan sejak dini hari tadi. Adapun Wachid sedang berkoordinasi dengan panitia haji agar segera mengevakuasi jemaah telantar. "Itu ngeri kondisinya, mereka minum air sisa dari orang lain," ujarnya.
BACA JUGA : Dua Jemaah Calon Haji Asal Gunungkidul Gagal
Tidak hanya itu, anggota Timwas Haji DPR RI Syarief Abdullah juga menerima foto dan video dari jemaah-jemaah RI yang telantar. Dia mendapat informasi jemaah kloter 25 asal Kalimantan Barat masih telantar hingga pukul 12.20 waktu setempat.
“Kabar barusan belum tertangani ya. Bahkan kata mereka masih banyak juga kloter-kloter yang lain. Ini berita dukacita dari Indonesia, karena kata mereka yang mengalami itu hanya jemaah Indonesia," ucap Syarief.
Dia juga mendesak panitia penyelenggara haji untuk mengupayakan makanan dan minuman apabila proses evakuasi akan berjalan lama.
Anggota Timwas Haji DPR RI lainnya, John Kenedy Azis mengaku sudah menelepon Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU). Dirjen PHU, kata John, memang mengakui situasi di Muzdalifah agak berat.
"Saat ini mereka sedang mengupayakan evakuasi, namun memang katanya antrean busnya masih panjang. Mereka juga menyuplai air dan buah-buahan untuk jemaah sembari evakuasi," ujar John menyampaikan keterangan Dirjen PHU lewat telepon.
Anggota Timwas Haji DPR Hasbi Jayabaya juga mendapat informasi kloter 56, 57, 59, 61, 62, dan 66 masih telantar hingga siang ini. Dia sudah menghubungi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama agar bisa segera mengevakuasi jemaah.
"Alhamdulillah sudah direspons Dirjen PHU dan langsung ditangani, ternyata bukan hanya kloter tersebut di atas tapi juga kloter-kloter lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.
PSIM Jogja mengajukan banding atas sanksi 10 pertandingan Mauro Caballero terkait dugaan rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di Practice MotoGP Malaysia 2026 meski terjatuh. Jorge Martin harus memulai kualifikasi dari Q1.
Banjir di Aceh Selatan merendam dua desa di Trumon Tengah. Sebanyak 112 warga dari 30 keluarga terpaksa mengungsi.
DPRD Kulon Progo mendorong pemerataan perbaikan jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, usaha UMKM, dan ekonomi warga.