Advertisement
Penerima Vaksin Covid-19 Dosis ke Empat Capai 3,18 Juta Jiwa
Sejumlah warga saat sedang mengakses vaksin booster di kantor Dinas Kesehatan Bantul, Jumat (8/7) lalu. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Berdasarkan catatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, warga Indonesia penerima vaksinasi Covid-19 dosis ke empat atau penguat ke dua hingga Minggu (4/6/2023) pukul 12.00 WIB mencapai 3.186.098 jiwa.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis penguat pertama atau dosis ke tiga mencapai 68.851.063 jiwa dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, sebanyak 234.666.020 orang.
Advertisement
Satgas Covid-19 juga mencatat pencapaian vaksinasi dosis ke dua berjumlah 174.892.037 orang. Sedangkan dosis pertama mencapai 203.844.644 orang.
Sedangkan untuk angka kesembuhan Covid-19 bertambah sebanyak 386 orang sehingga total kesembuhan sejak Maret 2020 menjadi 6.635.068 orang.
Sementara untuk penambahan kasus harian Covid-19 adalah sebanyak 229 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 mencapai 6.808.537 orang, sedangkan untuk kasus meninggal ada penambahan sembilan orang, sehingga total menjadi 161.789 orang.
Baca juga: Tawuran di Jalan Kusumanegera Jogja Minggu Malam, Massa Saling Lempar Batu
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI menilai bahwa pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasus rabies di Indonesia meningkat.
"Puncaknya tahun 2022. Jadi pada tahun 2020, 2021 itu kan zaman Covid-19 semua kegiatan berhenti termasuk vaksinasi terhadap hewan peliharaan. Kemudian efektivitas vaksin yang disuntikkan kepada hewan juga sudah mulai menurun maka terjadi lonjakan yang luar biasa pada tahun 2022," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi.
Ia menyampaikan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada 2020 sebanyak 82.634, dengan 40 kematian. Pada 2021, kasus GHPR sebanyak 57.257, dengan 72 kematian, dan pada 2022 terjadi sebanyak 104.229 kasus dengan 102 kematian.
"Dan 2023 sampai saat ini sudah ada lebih dari 31.000 kasus gigitan yang dilaporkan, dan ada 11 kematian," paparnya.
Imran menambahkan hingga Mei 2023 terdapat 25 provinsi yang menjadi endemis rabies, hanya delapan provinsi yang bebas penyakit rabies.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Periksa Gus Alex Terkait Korupsi Kuota Haji Seusai Penahanan Yaqut
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Menhub Tindak Tegas Truk Pelanggar SKB Lebaran 2026
- Berangkat dari Jogja, 1.800 Pedagang Ikuti Mudik Bareng Warmindo 2026
- MORAZEN Yogyakarta Santuni Anak Panti Ahmad Dahlan
- Stok Pangan Kota Jogja Melimpah, Aman Hingga Dua Bulan
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Merapi Luncurkan Dua Awan Panas Sejauh 1,6 Km, Status Masih Siaga
- Program Jelajah Mudik Hadirkan Keindahan Jalur Selatan Jawa
Advertisement
Advertisement







