Advertisement
Hary Tanoe Dirumorkan Gantikan Johnny Plate, Perindo: Kami Siap!
Hary Tanoesoedibjo. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik DPP Partai Perindo, Heri Budianto angkat bicara soal dipanggilnya Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo ke Istana Merdeka pada Senin (15/5/2023).
Pemanggilan Hary Tanoe itu disertai rumor tawaran sebagai Menkominfo pengganti Johnny G Plate. Plate saat ini berstatus sebagai tersangka dalam kasus BTS Kemenkominfo.
Advertisement
Heri menegaskan bahwa di tengah situasi politik yang kian bergejolak, perombakan (reshuffle) kabinet tetap menjadi hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga ditegaskannya partai politik (parpol) berlogo elang itu akan tetap mengikuti perkembangan yang ada.
“Tunggu saja nanti, Presiden yang akan menentukan. Namun, Perindo selalu mendukung keputusan Presiden soal itu [reshuffle Menkominfo],” katanya, Kamis (18/5/2023).
BACA JUGA: Peran Johnny G Plate dalam Korupsi BTS
Sekadar informasi, Hary Tanoesoedibjo mengunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, pada Senin lalu. Pertemuan tersebut menjadi yang kedua kali dirinya bertemu secara pribadi dengan Presiden Ke-7 RI tersebut setelah menghadap ke Istana pada Rabu (26/4/2023).
Dia pun mengamini bahwa Bos MNC tersebut telah melakukan dua pertemuan dalam waktu berdekatan, tetapi dirinya irit bicara ketika ditanyakan apakah pertemuan tersebut merupakan tawaran agar kader Perindo menjadi Menkominfo selanjutnya.
"Pak Ketum HT [Hary Tanoesoedibjo] memang sudah dua kali bertemu Pak Jokowi. Namun, biar Presiden yang menentukan, kami tunggu saja, tetapi kami siap jika dipercaya,” pungkas Heri.
Untuk diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate resmi menjadi tersangka dalam kasus korupsi menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) Kemkominfo.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi mengatakan bahwa penetatapan Johnny dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan yang mendalam. "Berdasarkan pemeriksaan tersebut kami meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/5/2023).
Berdasarkan pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Johnny langsung digiring mobil tahanan milik Kejagung sedari pukul 11.00 WIB.
Adapun, resminya status Johnny sebagai tersangka terjadi pada Rabu itu juga bertepatan dengan Rabu Pon, di mana menjelang Pemilu 2024 isu perombakan (reshuffle) kabinet terus bergulir dan kian menghangat pada hari sakral tersebut.
Bahkan, belum lama ini Presiden Joko Widodo pun menyebut tak menutup kemungkinan untuk melakukan perombakan (reshuffle) kabinet sehingga jajaran menteri hanya akan diisi oleh profesional dan parpol koalisi pendukung pemerintah. “Ya, bisa saja [ada reshuffle],” kata Jokowi, belum lama ini.
Selain itu, sebelum Johnny sebagai tersangka, Kepala Negara belum lama ini memanggil Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo ke Istana Merdeka pada Seninyang disinyalir kuat menjadi tawarannya kepada Bos MNC tersebut sebagai Menkominfo pengganti Johnny.
Pertemuan tersebut menjadi yang kedua kali dirinya bertemu secara pribadi dengan Presiden Ke-7 RI tersebut setelah menghadap ke Istana pada Rabu (26/4/2023).
Saat ditanyakan mengenai kabar yang beredar mengenai namanya yang ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Hary pun membantah hal tersebut.
“Wah, itu rumor saja katanya siapa itu. Tidak betul, saya hanya cukup membangun Partai Perindo, karena membangun partai itu butuh konsentrasi butuh fokus jadi saya tugas saya membangun partai supaya bisa menjadi partai yang besar,” katanya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kondisi Pantai Gunungkidul Aman dan Nihil Insiden, SAR Tetap Siaga
- Puncak Arus Balik 2026: 283 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta Hari Ini
- RSUD Panembahan Senopati Buka Klinik Ginjal, Urai Antrean Pasien
- Sultra Diguncang 5 Gempa Beruntun, 2 Wilayah Jadi Titik Fokus
- Sleman Perluas Trayek Bus Sekolah di Kalasan, Target Mei 2026
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Ketahanan Energi Indonesia Dinilai Stabil di Tengah Geopolitik Global
Advertisement
Advertisement





