Advertisement

Deretan Negara Ini Paling Buruk untuk Bekerja, Mana Saja?

Sirojul Khafid
Rabu, 10 Mei 2023 - 22:07 WIB
Maya Herawati
Deretan Negara Ini Paling Buruk untuk Bekerja, Mana Saja? Pekerja/Buruh - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Beberapa negara disebut paling buruk untuk lokasi bekerja. Hal ini didasarkan pada penilaian International Trade Union Confederation (ITUC) terhadap 148 negara dalam hal pemberian kerja, khususnya pemberian hak-hak para pekerjanya.

Dalam laporan yang dirilis Global Right Index 2022, masih banyak negara yang tidak memudahkan dan memberikan hak kepada para pekerja serta serikat buruh. Dengan skala 1-5, negara yang skornya semakin tinggi, maka dianggap semakin tidak bagus kondisinya untuk pekerja.

Advertisement

BACA JUGA: Proyek Drini Park di Gunungkidul Kantongi Izin Resmi

Semakin rendah skornya, negara tersebut dianggap terbuka terhadap hak-hak para pekerja, meski masih ada pelanggaran hak secara sporadis atau tidak menentu.

Beberapa indikator penilaian dari ITUC seperti kebebasan sipil, hak untuk berserikat bagi pekerja atau buruh, kegiatan serikat pekerja, hak untuk berunding, sampai hak untuk aksi bagi pekerja. ITUC membagi wilayah ke lima bagian, Timur Tengah dan Afrika Utara dengan rata-rata skor 4,53 poin, Asia Pasifik dengan rata-rata skor 4,22 poin, Afrika dengan rata-rata skor 3,76 poin, Amerika skor rata-rata 3,52 poin, dan Eropa rata-rata 2,49 poin.

10 negara yang dianggap paling buruk untuk pekerja:

Bangladesh (5 poin)

Belarus (5 poin)

Brasil (5 poin)

Kolombia (5 poin)

Mesir (5 poin)

Eswatini (5 poin)

Guatemala (5 poin)

Myanmar (5+ poin)

Filipina (5 poin)

Turki (5 poin)

 

Keterangan skor:

5+ poin: tidak ada jaminan hak karena pelanggaran aturan hukum

5 poin: tidak ada jaminan hak

4 poin: pelanggaran hak secara sistematis

3 poin: pelanggaran hak secara teratur

2 poin: pelanggaran hak berulang kali

1 poin: pelanggaran hak secara sporadis

 

Detail kondisi di setiap negara:

Bangladesh (5 poin)

- Hukum yang mundur, regresif

- Hambatan pembentukan serikat pekerja

- Represi terhadap aksi atau pemogokan buruh

Belarus (5 poin)

- Hukum pidana yang represif

- Penangkapan massal terhadap pemimpin-pemimpin serikat buruh

- Pembubaran serikat buruh secara paksa

Brasil (5 poin)

- Banyak langkah diskriminatif anti-serikat

- Pelanggaran kesepakatan bersama

Kolombia (5 poin)

- Pembunuhan terhadap buruh dan impunitas pelaku

- Penghancuran serikat pekerja dan pemecatan

Mesir (5 poin)

- Hukum represif

- Penuntutan terhadap buruh yang aksi atau pemogok

- Penghancuran serikat pekerja dan pemecatan

Eswatini (5 poin)

- Pelanggaran berat terhadap kebebasan berkumpul

- Kekerasan oleh polisi

Guatemala (5 poin)

- Kekerasan terhadap anggota serikat buruh

- Merebaknya ketakutan dan impunitas terhadap pelaku

- Pemecatan atas dasar anti-serikat pekerja

Myanmar (5+ poin)

- Penindasan brutal terhadap aksi pemogokan dan protes

- Penangkapan sewenang-wenang

- Pembunuhan terhadap buruh

Filipina (5 poin)

- Kekerasan dan pembunuhan

- Penangkapan saat pemogokan

- Penindasan oleh negara

Turki (5 poin)

- Represi pemogokan buruh

- Penangkapan terhadap anggota serikat pekerja

- Penghancuran serikat secara sistematis

Negara Paling Layak

Dalam regional Asia Tenggara, Singapura menempati posisi teratas untuk negara dengan kondisi dan pemenuhan hak pekerja yang cukup baik. Singapura mendapatkan poin 2, posisi yang sama dengan tahun sebelumnya.

Urutan berikutnya yaitu Vietnam, dengan skor 4 poin. Capaian ini juga tak berubah dari tahun sebelumnya. Posisi berikutnya yaitu Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Thailand. Semuanya mendapatkan poin 5.

Sementara untuk Myanmar, yang berada di posisi terakhir, mendapatkan poin 5+. Adapun dua negara di Asia Tenggara yang tidak masuk dalam pemeringkatan yaitu Brunei Darussalam dan Timor Leste. ITUC tidak memiliki data dari dua negara tersebut terkait dengan kondisi pekerja di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Bantul Terbantu Sistem Elektrifikasi

Bantul
| Sabtu, 20 Juli 2024, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement