Advertisement
Konflik di Sudan Diklaim akan Berhenti dalam 2 Pekan
Pemerintah mengevakuasi sebanyak 385 warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan melalui Jeddah sudah mendarat ke Jakarta pada Jumat (28/4 - 2023) pagi. / Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan bahwa bentrokan bersenjata di Sudan dapat berhenti dalam 1 atau 2 pekan, pada Selasa (3/5/2023).
BACA JUGA: Sudah 949 WNI Dievakuasi dari Sudan
Advertisement
Bentrokan bersenjata antara angkatan bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter negara itu hingga kini telah berlangsung lebih dari 2 pekan.
"Gencatan senjata kemungkinan akan dicapai di Sudan dalam 1 atau 2 pekan," katanya, seperti dikutip dari saluran televisi Al-Sharq.
Menurutnya, rakyat Sudan telah banyak menderita kerugian dan korban yang sangat besar akibat konflik tersebut.
Melansir TASS, sekretaris jenderal itu juga mengatakan bahwa permusuhan tersebut menghadirkan ancaman bagi seluruh wilayah di Sudan.
Sementara itu, seorang penasihat kepala RSF Sudan mengatakan sebelumnya bahwa RSF belum memberikan persetujuan untuk gencatan senjata selama sepekan yang dimulai pada Kamis (4/5/2023).
Ketegangan di Sudan meningkat di tengah ketidaksepakatan antara panglima militer Abdel Fattah al-Burhan, yang juga mengepalai Dewan Kedaulatan yang berkuasa, dan Kepala Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter Mohamed Hamdan Dagalo dikenal sebagai Hemedti, wakil al-Burhan di dewan.
Pertikaian terjadi antara kedua organisasi militer tersebut berkaitan untuk menyatukan angkatan bersenjata Sudan, terkait pihak yang harus diangkat sebagai panglima tertinggi angkatan darat.
Adapun konflik tersebut untuk menentukan seorang perwira militer pilihan yang lebih disukai Burhan, atau presiden sipil terpilih seperti yang ditekankan Dagalo.
Bentrokan bersenjata antara faksi-faksi militer yang bersaing meletus di dekat sebuah pangkalan militer di Merowe dan di ibu kota, Khartoum, pada Sabtu (15/4/2023).
Menurut Kementerian Kesehatan negara itu, lebih dari 550 orang telah tewas di negara itu sejak konflik pecah di Sudan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jelang Menstruasi Pikiran Bisa Kabur Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
Advertisement
Advertisement









