Advertisement
Ukraina Hancurkan 10 Tank Minyak Rusia Pakai Drone
Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). - JIBI/Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO — Pasukan Ukraina semakin gencar melancarkan serangan ke Rusia. Kabar terbaru, mereka menghancurkan 10 tank minyak dengan kapasitas 40.000 ton.
Dilansir dari Reuters, serangan pesawat tak berawak Ukraina membakar fasilitas penyimpanan bahan bakar Rusia di pelabuhan Krimea Sevastopol pada Sabtu pagi.
Advertisement
Serangan ini menimbulkan asap hitam besar di langit pelabuhan Rusia dalam serangan terbaru di semenanjung yang diduduki Rusia.
Gubernur kota yang dilantik Moskow menyalahkan Ukraina dan kemudian mengatakan api telah dipadamkan sebelum bencana terjadi.
Seorang pejabat intelijen militer Ukraina mengatakan telah menghancurkan lebih dari 10 tank produk minyak dengan kapasitas sekitar 40.000 ton yang dimaksudkan untuk digunakan oleh Armada Laut Hitam Rusia.
Serangan itu terjadi saat Ukraina bersiap untuk serangan balasan yang telah lama dijanjikan untuk mendorong pasukan Rusia kembali dari wilayah yang mereka rebut sejak menginvasi pada Februari 2022.
Dalam pembaruan harian di Facebook Minggu, 30 April 2023, staf umum angkatan bersenjata Ukraina mengatakan unit telah menyerang "dua depot bahan bakar dan pelumas, dua sistem pertahanan udara, satu unit artileri, dan target musuh penting lainnya."
Meski demikian, tiada ada laporan lebih lanjut tentang kerusakan yang disebabkan oleh serangan Ukraina.
Memang militer Ukraina terbiasa menggunakan bahasa halus, atau deskripsi yang tidak jelas seperti ini, untuk menunjukkan betapa kuatnya mereka sekarang.
Tetapi dilansir dari RBC Ukraina, seorang pejabat intelijen militer menjelaskan sedikit lebih detail
Pejabat itu, Andriy Yusov, tidak mengatakan Ukraina berada di balik ledakan di Sevastopol.
Namun, dia mengatakan jika setidaknya 10 tank produk minyak dengan kapasitas sekitar 40.000 ton yang dimaksudkan untuk digunakan oleh Armada Laut Hitam Rusia telah hancur berantakan.
Yusov menggambarkan ledakan itu sebagai "hukuman Tuhan" atas serangan Rusia di kota Ukraina pada hari Jumat.
"Hukuman ini akan berlangsung lama," kata RBC Ukraina mengutip ucapannya.
Yusov dikatakan telah menambahkan peringatan kepada warga Crimea untuk membantu mereka tetap aman dari pertempuran masa depan di daerah yang diduduki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Muncul Dugaan Pungli Hunian Korban Bencana, Ini Kata BNPB
- Ketegangan Memuncak di Lebanon, Pasukan Indonesia Jadi Korban
- Padam Lampu 1 Jam, Pertamina Hemat Energi Setara 2.000 Liter BBM
- PP Tunas Berlaku, Ombudsman Tekankan Literasi & Perlindungan Anak
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
Advertisement
Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- 144 Penyakit Ditanggung BPJS, Ini Daftar Lengkapnya
- Rusia Stop Ekspor BBM, Harga Pertalite RI Terancam?
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Puncak Arus Balik, Penumpang YIA Tembus 17 Ribu
- Anggaran Bantul Dipangkas, Program Prioritas Jadi Fokus
- Haji 2026 Sleman Aman, 1.650 Jemaah Siap Berangkat
- KLB Campak Meluas, Kemenkes Minta Nakes Siaga
Advertisement
Advertisement







