Advertisement
Arus Balik, Menteri Muhadjir Ingatkan Pemudik Agar Tak Terjebak Macet
Kendaraan arus balik Lebaran merayap diruas tol Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (8/5)/JIBI - Bisnis/Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan sejumlah instruksi baik kepada pemudik maupun pemangku kepentingan terkait dengan arus balik Idulfitri 2023.
Instruksi tersebut ditetapkan untuk mengantisipasi prediksi sebanyak 203.000 kendaraan kembali ke arah Jakarta.
"Perlu dilakukan sosialisasi yang masif agar masyarakat terutama yang tidak terburu-buru atau urusannya tidak mendesak agar bisa menunda jadwal kembali. Pasalnya puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 April dan 25 April 2023. Masyarakat dianjurkan baru kembali antara 26 April hingga 30 April 2023,” ujarnya, Minggu (23/4/2023).
Advertisement
Salah satunya adalah dengan memberi diskon untuk semua moda transportasi.
"Baik itu di tol, jalur darat, laut, dan udara. Saya apresiasi inisiatif Jasa Marga dan seluruh operator yang memberi diskon," imbuhnya.
Sejumlah instruksi lainnya yang juga disampaikan olehnya adalah memastikan persiapan antisipasi di Pelabuhan Bakauheni. Dia menjelaskan telah disepakati bahwa tempat turun motor akan berada di Pelabuhan Ciwandan, sedangkan tempat turun mobil berada di Pelabuhan Indah Kiat.
Muhadjir juga mengharapkan bagi operator yang telah membuat program mudik gratis juga agar menyediakan program balik gratis. Dengan demikian hal tersebut bisa mengurangi beban penanganan arus balik ke Jakarta.
Selain itu, Muhadjir meminta agar manajemen rest area dipersiapkan dengan baik. Caranya dengan menambah personel dan satuan tugas dalam membantu mengarahkan kendaraan agar tidak macet. Hal tersebut juga termasuk memastikan kebersihan toilet, keamanan, dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tambahan personel untuk berpatroli juga harus disiapkan untuk mengimbau masyarakat tidak berhenti di bahu jalan. Khusus untuk ruas arteri, dia meminta dukungan pemerintah daerah agar menertibkan parkir, pasar tumpah, dan pengawalan berantai.
Instruksi terakhir yang ditekankannya adalah meminta sarana dan prasarana memadai seperti mobil derek dan ambulans di titik yang rawat masalah. Kemudian menebalkan pengamanan di jalur darat, laut, udara, dan kereta api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Advertisement









