Advertisement
5 Risiko Obat Pelangsing, Detak Jantung Cepat
Ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Wanita mana yang tidak ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal? Sepertinya hampir semua wanita di dunia menginginkannya.
Banyak cara yang dilakukan untuk bisa langsing dan ideal. Selain ketat melakukan olahraga dan menjaga pola makan, hal lain yang sudah banyak dilakukan kaum wanita adalah mengonsumsi obat pelangsing.
Advertisement
Banyak yang sudah tergiur dengan khasiat obat yang biasa tersaji dalam bentuk pil ini. Apa lagi tokoh yang mengiklankan adalah artis. Tidak hanya itu, obat ini juga menawarkan hasil yang cepat.
Baca juga: Pengin Berat Badan Turun tetapi Tak Sempat Berolahraga? Ini Caranya
Namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi obat pelangsing juga membawa risiko. Dilansir dari halodoc, berikut ini 5 risiko dari mengonsumsi obat pelangsing:
1. Ketergantungan Obat Diet
Dampak negatif obat penurun berat badan yang pertama adalah ketergantungan obat. Hal tersebut ditandai dengan tubuh yang merasa tidak bisa lepas dari obat tersebut. Akibatnya, saat dipaksakan untuk berhenti, muncul reaksi tidak wajar pada tubuh, seperti pusing, tidak enak badan, atau kenaikan berat badan.
2. Memicu Gangguan Pencernaan
Dampak negatif yang satu ini bisa terjadi jika kamu mengonsumsi obat pelangsing instan, yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu cepat. Pada dasarnya, cara kerja obat pelangsing adalah melunturkan lemak dalam tubuh. Jika sifatnya instan, maka proses pelunturan lemak terjadi secara terpaksa, sehingga berdampak pada sistem pencernaan.
3. Bolak-Balik ke Kamar Mandi
Orlistat menjadi salah satu kandungan dari obat penurun berat badan, yang memicu sering buang air besar (BAB). Kandungan tersebut akan merangsang kontraksi usus besar, sehingga buang air besar menjadi lebih lancar. Jika obat ini dikonsumsi dalam jangka panjang, maka akan menyebabkan diare berkelanjutan dan memicu dehidrasi pada tubuh. Jika sudah begitu, tubuh akan merasa lemas dan sulit beraktivitas.
4. Metabolisme Tubuh yang Berantakan
Tubuh membutuhkan makanan untuk menghasilkan kalori yang digunakan dalam proses metabolisme. Saat mengonsumsi obat penurun berat badan, salah satu kandungannya dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh, sehingga tidak terkontrol. Organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, jantung, dan hati akan menolak obat tersebut, sehingga memicu kerusakan karena bekerja terlalu keras.
5. Peningkatan Detak Jantung
Peningkatan pemakaian obat pelangsing yang paling sering dirasakan adalah peningkatan detak jantung. Hal tersebut disebabkan karena penyaringan obat di dalam darah membuat jantung bekerja lebih keras. Kandungan phentermine dalam obat yang menjadi pemicu peningkatan detak jantung. Meningkatnya detak jantung otomatis menyebabkan tekanan darah meningkat. Hal tersebut dapat memicu gangguan kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng Produk UMKM Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Komisi III DPR RI Soroti Perusahaan Gunakan Preman untuk Penagihan
- Ramcek di Terminal Semin, Dua Bus AKAP Kedapatan Tak Punya Izin Trayek
- SIM Keliling DIY Hari Ini 6 Maret 2026: Cek Lokasi dan Syaratnya
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 6 Maret 2026, Cek Jamnya
- Pemeliharaan Jaringan PLN di Sleman, Listrik Padam 13.00-16.00 WIB
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Jumat 6 Maret 2026, Ini Lokasinya
- Update Jadwal KA Bandara YIA ke Stasiun Tugu Hari Ini
Advertisement
Advertisement








