Advertisement

Bantah Klitih dan Menyebutnya sebagai Kenakalan Remaja, Polres Semarang Viral

Hesti Puji Lestari
Rabu, 29 Maret 2023 - 15:32 WIB
Budi Cahyana
Bantah Klitih dan Menyebutnya sebagai Kenakalan Remaja, Polres Semarang Viral Ilustrasi dugaan klitih di Semarang yang kemudian viral setelah ditanggapi akun Twitter Polres Semarang. - Twitter

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Polres Semarang viral di Twitter setelah akun @_polressemarang menanggapi dugaan klitih atau kekerasan jalanan dengan istilah kenakalan remaja.

Awalnya, sebuah akun Twitter memberikan laporan berupa video kepada Polres Semarang tentang klitih yang sudah sampai di Ungaran. Video itu memperlihatkan dua orang remaja tiba-tiba didatangi oleh lima orang tak dikenal dengan menggunakan dua sepeda motor.

Advertisement

Setelah terlibat percakapan, dua dari lima remaja tersebut tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan mencoba mengarahkannya kepada dua orang sebelumnya. Dua orang yang menjadi sasaran amukan itu berhasil kabur.

Sementara, dua dari lima remaja yang membawa senjata tajam kemudian merusak motor yang ditinggalkan oleh dua orang tersebut.

BACA JUGA: Begini Strategi Kapolda DIY Basmi Klitih yang Meresahkan

Akun Twitter @jumintenkoplak meminta Polres Semarang untuk menindaklanjuti insiden tersebut.

"Budaya Klitih sudah sampai ke ungaran Kejadian semalam di dpn dinotoys Ungaran Mohon @_polressemarang
di tindak tegas, jgn sampai diberi menjadi-jadi, tuman," tulis akun tersebut.

Akun Twitter Polres Semarang kemudian membalas dan balasan itu selanjutnya viral.

"Mohon izin min, kejadian tersebut bukan klitih ya, namun kenalakan remaja, karena korban menolak memberi rokok," komentar akun Twitter Polres Semarang.

BACA JUGA: Polisi Tangkap 15 Pelaku Klitih Jogja yang Viral, 9 Masih Anak-Anak

Komentar ini langsung ditanggapi warganet. "Contoh kenakalan remaja itu menurut saya: bolos, mabuk, ngerokok, atau nonton film dewasa. Kalo malem2 bawa sajam, lalu menyerang orang sih, namanya JAHAT, bukan NAKAL," komentar salah satu netizen.

Beberapa netizen memberikan tag kepada akun Twitter Ganjar Pranowo dan Polda Jateng agar memberikan arahan kepada admin media sosial Polres Semarang tersebut.

Setelah komentar tersebut ramai jadi bahasa warganet, balasan itu dihapus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Lumpuh Sejak 2020, Warga Jlagran Dapat Bantuan Kursi Roda

Jogja
| Minggu, 19 Mei 2024, 16:57 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement