Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
M. Sabil Fadhilah saat mengkritik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/ Twitter
Harianjogja.com, SOLO–Perbincangan mengenai seorang guru honorer asal Cirebon, Jawa Barat, M. Sabil Fadhilah, yang dipecat dari dua SMK swasta tempatnya mengajar gara-gara mengkritik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil viral di media sosial.
BACA JUGA: Alasan Ridwan Kamil Merapat ke Partai Golkar
M. Sabil dipecat seusai menyampaikan komentar atas unggahan Ridwan Kamil di akun Instagram Gubernur Jawa Barat itu.
Saat itu Ridwan Kamil mengunggah video kegiatan Zoom Meeting yang dilaksanakannya bersama sejumlah siswa SMPN 3 Kota Tasikmalaya di akun Instagramnya, @ridwankamil.
Ridwal Kamil pada Zoom itu mengapresiasi siswa SMP tersebut yang patungan/mengumpulkan dana untuk membelikan temannya sepatu.
Pada video yang diunggah itu, Ridwan Kamil mengenakan jas warna kuning.
M. Sadil melalui akun Instagram miliknya, @sabilfadhillah, memberi komentar atas unggahan itu.
“Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil????” tulis M Fadil.
Komentar itu merujuk pada fakta bahwa saat ini Ridwan Kamil sudah bergabung dengan Partai Golkar yang identik dengan warna kuning.
Komentar itu lebih kurang artinya dalam zoom ini, kamu lagi jadi gubernur atau kader partai atau pribadi.
Ridwan Kamil membalas komentar M. Fadil. “@sabilfadhillah ceuk maneh kumaha,” tulis Ridwan Kamil. Kalimat itu lebih kurang berarti menurut kamu bagaimana.
Pada hari yang sama M. Sabil mendapat kabar dan surat pemecatan sebagai guru dari sekolah tempatnya mengajar.
“Saya dapat telepon dari Kepala Sekolah SMK Ponpes meminta maaf dan meminta izin untuk mengeluarkan saya, mengeluarkan dapodik [data pokok pendidikan] dari SMK Ponpes,” kata M. Sabil yang dikutip dari akun Youtube tvOneNews, Kamis.
Dia melanjutkan kepala sekolah tempatnya mengajar itu mengaku memberhentikan dia atas perintah dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Barat.
Menurut kepala sekolah tersebut, M. Sabil dikeluarkan agar pekerjaannya tak tumpang tindih. M. Sabil memang mengajar di dua sekolah berbeda .
“Padahal kalau guru swasta atau guru honorer yang di swasta itu bebas nyabang [mengajar di lebih dari satu sekolah] di manapun. Alasan lainnya karena komentar saya [di unggahan Ridwan Kamil,” ulas M. Sabil.
Dia menyebut sebelum sekolah mengambil keputusan, Ridwan Kamil mengirim pesan ke akun Instagram sekolah tempat M. Sabil mengajar. Ridwan Kamil memberi tahu ihwal komentar M. Sabil yang dianggap kurang sopan.
Peristiwa ini ditanggapi negatif oleh warganet Twitter, salah satunya akun @zanatul_91.
“Pak @ridwankamil punten, apakah bapak melakukan intervensi atas pemecatan terhadap seorang guru hanya karena kritik bapak? Guru yang melanggar kode etik harusnya disidang oleh organisasi profesi. Bukan oleh yayasan. Apalagi gara2 dicolek kang emil,” tulis akun tersebut yang disertai foto surat pemecatan M. Sabil dan tangkapan layar percakapan akun Instagram Ridwan Kamil dengan akun diduga sekolah empat M. Sabil mengajar.
Akun itu juga menyebut sikap Ridwan Kamil keterlaluan. Dia juga menyarankan Ridwan Kalim menutup akun media sosial jika tak kuat mental dikritik.
“Punten ie mah, gara-gara kitu sampe dipecat ya keterlaluan kang. Ari kang emil gampang marah maen IG, ulah main IG atuh. Tutup bae akun na. Kedah kuat mental,” tulis akun @zanatul_91.
Warganet lainnya juga memberi tanggapan sinis terhadap Ridwan Kamil.
“Udah keburu di deleted akun dapodik nya kang, maka dengan di hapusnya akun Dapodik, Dengan serta Merta status sertifikasi nya juga hilang kang. Dan kesempatan beliau untuk jd P3K juga hilang. Selamat kang Emil..,” tulis akun @tampilkanlainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo membeberkan hasil uji laboratorium terkait dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 mengusung tema LAKU dan menghadirkan beragam program sastra serta 2.500 puisi dari penulis se-Indonesia.
Thalita Wiryawan tersingkir dari BWF World Championships 2026 setelah kalah dari An Se Young dengan skor 15-21, 11-21.