BKPM Ungkap Penyebab Lelang Sistem OSS Rp26,46 Miliar Gagal
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Anies Baswedan (tengah) saat berswafoto dengan pelaku UMKM di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2023)./Antara-Fakhri Hermansyah/YU
Harianjogja.com, JAKARTA—Anies Baswedan menyebut polarisasi, termasuk isu agama, dalam pemilu tidak akan bisa dihindari karena sejumlah alasan.
Anies mencontohkan, jika dalam kontestasi itu pesertanya laki-laki dan perempuan, polarisasi yang akan terbentuk adalah isu terkait gender. Hal yang sama juga akan terjadi pada perbedaan identitas lainnya.
"Isu etnis yang muncul kalau di pilkada itu antara putra daerah dan putra luar daerah, isu putra derah muncul. Kalau di dalam pemilu itu antara satu agama Islam, satu agama Kristen, pasti isu agama muncul," jelas Anies di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023).
Oleh sebab itu, dia merasa polarisasi merupakan suatu yang wajar. Yang terpenting, lanjutnya, adalah menjaga polarisasi tak sampai jadi perpecahan.
Anies sendiri menggarisbawahi polarisasi berbeda dengan perpecahan. Menurutnya, akan berbahaya jika polarisasi disamakan dengan perpecahan.
"Kalau saja polarisasi disamakan dengan perpecahan, nanti menimbulkan persepsi yang keliru dengan proses politik karena di proses politik pasti ada polarisasi," ujar mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Lebih lanjut, dia mengatakan polarisasi tak akan jadi perpecahan jika pemenanganya kontestasi itu merangkul semua pihak termasuk yang kalah. Kemudian, pihak yang kalah juga harus lapang dada menerima kekalahannya.
"Dengan begitu demokrasi akan mengalami kemajuan. Tapi kalau yang menang tidak merangkul semua dan yang kalah tidak mau menerima hasil, ya demokrasi akan rusak," ujarnya.
Anies pun mengklaim saat dirinya jadi gubernur DKI Jakarta, dia sudah merangkul setiap pihak. Dia mengaku ke depan juga akan mengedepankan prinsip serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care ke rumah pasien, termasuk perawatan luka, kateter, NGT, injeksi, hingga kunjungan dokter.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali pada Senin pagi hingga siang. Kolom abu mencapai 250 meter dan statusnya masih Level III Siaga.
BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan mewaspadai gelombang tinggi hingga empat meter pada 24-27 Agustus 2026.