Upanat, Sandal Khusus untuk Pengunjung Candi Borobudur
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur mendapat sorotan dari warganet Indonesia.
Momen Yaqut Cholil Qoumas menjenguk David (17), korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo/Twitter @YaqutCQoumas
Harianjogja.com, SOLO— David (17), korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo sudah mulai menunjukkan keadaan yang lebih baik.
Ia yang dirawat di RS Mayapada di Kuningan, Jakarta Selatan sudah tidak lagi memakai sedasai setelah mengalami trauma akibat pemukulan. Bahkan David sudah mulai merespon suara dan tidak kejang-kejang.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota GP Ansor, Afif Fuad Saidi dalam akun twitternya.
"Alhamdulillah Ya Allah, Terimakasih Poro Dokter, Kondisi David menunjukkan perkembangan yang positif, sdh tdk lg memakai Sedasi, tanpa obat penenang sdh tidak cemas dan gelisah, moga cpt menaikkan tingkat kesadarannya, sudah mulai merespon suara, ada respon gerak dan tdk kejang2," tulis Afif dikutip Bisnis, Sabtu (25/2/2023).
Namun akibat pemukulan bertubi-tubi di bagian kepala, David didiagnosa diffuse axonal injury.
Diffuse axonal injury (DAI) biasanya disebabkan oleh trauma berat di bagian kepala yang terjadi karena benturan keras saat kecelakaan.
DAI merupakan jenis cedera otak traumatik yang menyebabkan robekan pada serabut saraf panjang otak yang disebut akson. Cedera ini terjadi karena adanya trauma tumpul yang menyebabkan otak berputar dan bergeser dengan cepat di dalam tengkorak.
Karenanya, otak pun berubah hingga memengaruhi kemampuan untuk berkomunikasi dengan area lain sehingga berisiko memicu masalah neurologis serta koma, gangguan panjang, atau bahkan menyebabkan kematian.
Melansir Very Well Health, penginap DAI memiliki gejala yang mirip seperti gegar otak yakni sakit kepala, mual, hingga kejang.
DAI ini menyebabkan serabut saraf yang disebut akson robek karena adanya pergeseran cepat dan mendadak di dalam tengkorak. Akibatnya, serat asraf akan meregang dan robek.
BACA JUGA: Terungkap! Ada Perempuan Lain Ikut Andil dalam Penganiayaan yang Libatkan Mario Dandy
Akson sendiri merupakan serabut saraf panjang yang bertanggung jawab atas komunikasi antara sel-sel saraf.
Kerusakan akson dapat mengganggu kemampuan sel-sel saraf itu untuk berkomunikasi dan mengoordinasikan fungsi tubuh yang menyebabkan kehilangan kesadaran.
Hasilnya, kehilangan kesadaran pada penderita DAI bisa berlangsung lama, tergantung tingkat keparahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur mendapat sorotan dari warganet Indonesia.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.