Advertisement

Disebut sebagai Bundanya Merapi, Gunung Bibi Lindungi Warga Boyolali dari Erupsi

Newswire
Minggu, 04 Desember 2022 - 13:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Disebut sebagai Bundanya Merapi, Gunung Bibi Lindungi Warga Boyolali dari Erupsi Gunung Bibi atau Gunung Ijo dilihat dari Kecamatan Selo, Boyolali, Jumat (2/12/2022). - Solopos.com/Nova Malinda

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Gunung Bibi atau Gunung Ijo yang terletak di sebelah lereng timur Merapi, masuk dalam wilayah Kabupaten Boyolali. Gunung Bibi disebut-sebut sebagai ibunda Gunung Merapi karena umurnya lebih tua dari Gunung Merapi.

Gunung Bibi juga disebut-sebut sebagai gunung pelindung bagi penduduk di sabuk timur Merapi. Penduduk setempat meyakini letusan Gunung Merapi tidak akan mengarah ke timur berkat Gunung Bibi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Gunung Bibi di Kabupaten Boyolali melindungi sebagian besar penduduk di Kecamatan Musuk, Tamansari, dan Cepogo.

Salah satu warga Desa Cluntang Kecamatan Musuk, Sumanto menceritakan Gunung Bibi dipercaya sebagai tembok pelindung dari amukan Gunung Merapi.

“Tembok penghalang bila Merapi erupsi, dan itu saya sudah melihat kenyataannya. Karna bila tak ada gunung bibi tahun 2010 pasti tempat saya dah kayak tempate mbah Marijan,” kata dia.

Baca juga: Dua Jembatan Akan Dibangun untuk Hubungkan Prambanan dengan Gunungkidul

Sumanto menceritakan, terdapat sebuah batu di puncak Gunung Bibi. Di puncak tersebut ada sebuah batu bernama Watu Bolong. Kata Sumanto, batu tersebut menyerupai sebuah gua.

Penduduk setempat punya tradisi mengunjungi puncak Gunung Bibi tersebut setiap bulan Sura untuk meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Yang saya tau setiap Bulan Sura mau ke Gunung Merapi tiap nyampe watu bolong masyarakat pasti berhenti di situ trus nyeyuwun [doa] sambil bakar kemenyan di situ,” kata dia.

Untuk tradisi di puncak Gunung Bibi, penduduk cukup membakar menyan dan memanjatkan doa.

Sementara, tradisi sedekah Gunung Merapi oleh penduduk setempat dilakukan dengan membawa tumpeng jagung dan disedekahkan di Pasar Bubrah, setiap bulan Sura.

“Sedekah ya orang sini setiap bulan Sura kalau naik bawa tumpeng jagung tapi yang tumpeng jagung disedekahkan di Pasar Bubrah. Kalau di puncak Gunung Bibi [watu bolong] cuma bakar menyan dan berdoa,” terangnya.

Berdasarkan catatan yang dituliskan Muhammad Sholikhin dalam buku Gunung Bibi dan Perjalanan Kyai Ageng Rogosasi, Gunung Bibi berumur sekitar 700.000 tahun.

Sementara, Anaknya, Gunung Merapi diperkirakan berusia 400.000 tahun saat ini.

Dalam tulisan itu, Gunung Bibi dijelaskan menjadi warisan gunung purba. Gunung Bibi dikatakan berusia paling tua dari tiga gunung yang mengapit Gunung Merapi.

Tiga gunung tersebut bernama Gunung Wutah di sebelah selatan Merapi, Gunung Turgo di sebelah barat Merapi, dan Gunung Gebyok Ageng di sebelah utara Merapi.

Gunung Bibi merupakan anugerah bagi penduduk setempat karena kekayaan alam yang dimiliki masih asri. Menurut pengakuan warga Desa Mriyan Kecamatan Musuk, Widiyanta, Gunung Bibi menjadi rumah bagi beragam jenis flora dan fauna, serta masih terjaga keasriannya.

“Tempat tinggal satwa dilindung dan lingkungannya masih asri sampai saat ini,”jelasnya pada Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (1/12/2022).

Selain lingkungan yang masih terjaga, Gunung Bibi punya air terjun menawan bernama Songgobumi. Akses menuju air terjun tersebut melewati Desa Mriyan Kecamatan Tamansari, desa paling dekat dengan Gunung Bibi, sekitar dua kilometer.

Widiyanta mengakui, Gunung Bibi memberikan pengayoman kepada penduduk karena kekayaan alamnya bisa dimanfaatkan dengan sukarela. Penduduk sekitar memanfaatkan kaki Gunung Bibi setiap hari untuk kegiatan bertani.

“Sebagai mata pencaharian, karena masyarakat sekitar ya bertani di kaki Gunung Bibi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Solopos

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jembatan Srandakan 3 Akan Menghubungkan JJLS di Selatan DIY

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement