Advertisement

Daftar 45 Gempa Mematikan Akibat Sesar Aktif di Indonesia, Kebanyakan di Permukiman

Mia Chitra Dinisari
Kamis, 01 Desember 2022 - 18:47 WIB
Bhekti Suryani
Daftar 45 Gempa Mematikan Akibat Sesar Aktif di Indonesia, Kebanyakan di Permukiman Ilustrasi gempa - Antara

Advertisement

Harianjogja.com,JAKARTA–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan di Indonesia sudah terjadi lebih dari 45 kali gempa mematikan (deadly earthquake) akibat sesar aktif.

Bahkan, menurut BMKG, sebagian sumber gempa sesar aktif ini terletak di daratan dekat permukiman.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Hal itu, membuat banyaknya kasus bangunan roboh dan meninggal dunia serta luka-luka akibat gempa tersebut.

Menurut data infografis yang dirilis oleh Koordinator Mitigasi Gempa dan Tsunami BKMG Daryono, gempa akibat sesar aktif itu bahkan sudah muncul sejak tahun 1436 lalu.

BACA JUGA: Tok! Bupati Usulkan UMK Sleman Naik 7,9 Persen Jadi Rp2,1 Juta

Berdasarkan data tersebut, pada tahun 1423, terjadi gempa dengan kekuatan magnitudoo 7,6 di Pulau Sumatra.

Berikut perincian kejadian gempa akibat sesar aktif di Indonesia

Sumatra

  1. Tahun 1423 sebesar magnitudo 7,6
  2. Tahun 2016 sebesar magnitudo 6,5
  3. Tahun 1936 sebesar magnitudo 7,2
  4. Tahun 1892 sebesar magnitudo 7,7
  5. Tahun 2022 sebesar magnitudo 6,1
  6. Tahun 1995 sebesar magnitudo 7,1
  7. Tahun 1942 sebesar magnitudo 7,3
  8. Tahun 1928 sebesar magnitudo 7,6
  9. Tahun 1909 sebesar magnitudo 7,2
  10. Tahun 1994 sebesar magnitudo 7,6
  11. Tahun 1994 sebesar magnitudo 6,5

Pulau Jawa

  1. Tahun 1990 sebesar magnitudo 5,8
  2. Tahun 2022 sebesar magnitudo 5,6
  3. Tahun 2000 sebesar magnitudo 5,4
  4. Tahun 1924 sebesar magnitudo 6,4
  5. Tahun 2006 sebesar magnitudo 6,4
  6. Tahun 1976 sebesar magnitudo 6,5
  7. Tahun 1815 sebesar magnitudo -
  8. Tahun 2018 sebesar magnitudo 6,9
  9. Tahun 1820 sebesar magnitudo 7,6
  10. Tahun 1992 sebesar magnitudo 7,8
  11. Tahun 1991 sebesar magnitudo 6.9
  12. Tahun 2004 sebesar magnitudo 7,5
  13. Tahun 1896 sebesar magnitudo -
  14. Tahun 1991 sebesar magnitudo 6,9

Sulawesi dan Aceh

  1. Tahun 1969 sebesar magnitudo 7,3
  2. Tahun 1927 sebesar magnitudo -
  3. Tahun 2018 sebesar magnitudo 7,5
  4. Tahun 1969 sebesar magnitudo 6,9
  5. Tahun 1967 sebesar magnitudo 6,3
  6. Tahun 1820 sebesar magnitudo -
  7. Tahun 1938 sebesar magnitudo -
  8. Tahun 2000 sebesar magnitudo 7,4
  9. Tahun 1965 sebesar magnitudo 8,0
  10. Tahun 2004 sebesar magnitudo 7,5
  11. Tahun 1998 sebesar magnitudo 7,7
  12. Tahun 2019 sebesar magnitudo 7,3
  13. Tahun 1994 sebesar magnitudo -
  14. Tahun 1819 sebesar magnitudo 6,5
  15. Tahun 1899 sebesar magnitudo 7,8
  16. Tahun 1674 sebesar magnitudo -

Papua

  1. Tahun 1864 sebesar magnitudo -
  2. Tahun 1890 sebesar magnitudo 5,0
  3. Tahun 2004 sebesar magnitudo 6,4

Adapun, beberapa sesar aktif yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut

1. Sesar Mentawai

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Gempa Nasional menyebutkan, sesar Mentawai (MF) tumbuh sebagai backthrust yang menjadi batas antara prisma akresi dan cekungan busur muka. Zona sesar Mentawai  terbentuk akibat pertumbuhan sesar anjak yang bergerak maju ke arah busur sehingga struktur yang paling muda terbentuk di bagian timur.

2. Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri membentuk dinding terjal sepanjang 100 KM dari Padalarang hingga Pelabuhan Ratu di Jawa Barat. Sesar aktif dari zona sesar Cimandiri terdiri dari 6 segmen yaitu segmen Loji, Cidadap, Nyalindung, Cibeber, Saguling, dan Padalarang, yang mekanismenya dominan sesar naik dengan komponen mengiri.

3. Sesar Lembang

Mirip dengan sesar Cimandiri, sesar Lembang juga merupakan dinding terjal atau gawir yang memanjang barat-timur terletak di utara Kota Bandung di Jawa Barat. Membentang sepanjang 30 KM. Sesar ini juga merupakan terusan ujung utara sesar Cimandiri.

4. Sesar Baribis

Sesar Baribis memanjang melintasi daerah Majalengka sampai Subang, merupakan ujung utara dari imbrikasi belakang busur di Jawa Barat. Sesar ini teridentifikasi sebagai sesar naik yang dapat diamati dari topografi dan seismik refleksi. 

5. Sesar Kendeng

Sesar Kendeng merupakan sesar aktif yang terbentang mulai dari bagian timur Jawa Timur hingga bagian barat Jawa Tengah, tepatnya dari Surabaya hingga Madiun. Ini terdiri dari banyak sesar-sesar naik dan lipatan-lipatan yang dapat diamati dari adanya anomali Bouguer di daerah ini.

6. Sesar Opak

Sesar Kendeng merupakan sesar aktif yang terbentang mulai dari bagian timur Jawa Timur hingga bagian barat Jawa Tengah, tepatnya dari Surabaya hingga Madiun. Ini terdiri dari banyak sesar-sesar naik dan lipatan-lipatan yang dapat diamati dari adanya anomali Bouguer di daerah ini.

7. Sesar Opak

Sesar Sorong terbentuk akibat benturan lempeng Samudra Pasifik dan lempeng Benua Australia. Ini membentang sepanjang 400 KM. Ini merupakan sesar paling aktif serta mempunyai pergeseran segmen dengan kecepatan terbesar se-Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Masuk Tahun Politik, Generasi Muda Diajak Pedomani Buah Pikir Buya Syafii

Jogja
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement