Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,818 Juta
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam mencapai Rp2,818 juta per gram, UBS Rp2,709 juta, dan Galeri24 Rp2,696 juta.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, SEOUL — Korea Selatan memutuskan untuk tidak mengirim delegasi resmi ke pemakaman mantan Presiden China, Jiang Zemin, kata seorang pejabat kantor presiden Korsel, Kamis (1/12/2022).
"Sudah diketahui bahwa pemerintah China tidak akan menerima delegasi atau perwakilan asing yang akan menyampaikan belasungkawa," katanya kepada kantor berita Yonhap lewat telepon.
Jiang wafat di usia 96 tahun pada Rabu (30/11/2022) dan Kementerian Luar Negeri Korsel mengucapkan belasungkawa atas kematiannya. Korsel memuji Jiang yang telah berkontribusi pada perkembangan hubungan bilateral.
BACA JUGA: Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik
Komite pemakaman untuk Jiang telah mengumumkan bahwa "Sesuai dengan adat China, pemerintah asing, partai politik dan orang penting tidak akan diundang untuk mengirim delegasi atau perwakilan ke China untuk menghadiri prosesi duka."
Menurut pejabat itu, kemungkinan besar Presiden Yoon Suk Yeol akan menyampaikan pesan dukacita atas kematian Jiang, ketimbang mengutus delegasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam mencapai Rp2,818 juta per gram, UBS Rp2,709 juta, dan Galeri24 Rp2,696 juta.
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS membuat biaya produksi dan logistik eksportir Jogja melonjak, margin keuntungan makin tertekan.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Standar kerja layak ekonomi platform dari ILO menjadi momentum memperkuat perlindungan ojol, kurir online, dan pekerja digital di Indonesia.
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Pemerintah mempercepat bansos digital setelah ditemukan lebih dari 40% bantuan sosial tidak tepat sasaran. Sistem baru diklaim lebih akurat dan cepat.