Tiga ASN Jayawijaya Ditembak, KemenHAM Minta Pelaku Dihukum
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, SEOUL — Korea Selatan memutuskan untuk tidak mengirim delegasi resmi ke pemakaman mantan Presiden China, Jiang Zemin, kata seorang pejabat kantor presiden Korsel, Kamis (1/12/2022).
"Sudah diketahui bahwa pemerintah China tidak akan menerima delegasi atau perwakilan asing yang akan menyampaikan belasungkawa," katanya kepada kantor berita Yonhap lewat telepon.
Jiang wafat di usia 96 tahun pada Rabu (30/11/2022) dan Kementerian Luar Negeri Korsel mengucapkan belasungkawa atas kematiannya. Korsel memuji Jiang yang telah berkontribusi pada perkembangan hubungan bilateral.
BACA JUGA: Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik
Komite pemakaman untuk Jiang telah mengumumkan bahwa "Sesuai dengan adat China, pemerintah asing, partai politik dan orang penting tidak akan diundang untuk mengirim delegasi atau perwakilan ke China untuk menghadiri prosesi duka."
Menurut pejabat itu, kemungkinan besar Presiden Yoon Suk Yeol akan menyampaikan pesan dukacita atas kematian Jiang, ketimbang mengutus delegasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Bahlil memastikan harga BBM subsidi tetap dan pemerintah siap menambah anggaran subsidi.
DPRD Kota Jogja mendorong Pemkot mengembangkan kampung wisata dengan pemetaan potensi, penyelesaian masalah, dan promosi berkala.
Kapolri Listyo Sigit meminta pengusaha melapor jika menemukan premanisme dan pungli yang mengganggu usaha serta iklim investasi Indonesia.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di babak grup.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.