Siap-siap, Rumah Kontrakan Akan Dikenakan Pajak di 2027
Kemenkeu menyiapkan perluasan basis pajak 2027 dengan menyasar potensi penerimaan dari aset properti yang disewakan.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah dari Fraksi PDIP./Dok. DPR
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pilih pemimpin yang berambut bukan dimaksudkan meng-endorse Ganjar Pranowo.
Said merasa, kriteria yang disampaikan Jokowi sangat umum. Oleh sebab itu, dia menanggap tak ditujukan untuk salah satu bakal calon presiden tertentu.
“Presiden tidak meng-endorse siapa pun pemaknaan dari saya, karena apa? Karena memang relawan-relawan ini kan bagian dari kawan-kawan yang ingin memenangkan seseorang, bahwa bapak presiden memberikan kriteria toh kriterianya umum banget kok,” ujar Said kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/11/2022).
Dia meyakini, Jokowi sangat tahu konstitusi sudah mengatur yang berhak mencalonkan presiden dan wakil presiden hanya partai politik atau gabungan partai politik.
Oleh sebab itu, Said merasa Jokowi tak akan mencampuri urusan partai politik sebab kedaulatan partai politik sudah diatur dalam Undang-undang.
“Partai politik pasti berdaulat. Kan tidak mungkin presiden akan mengintervensi parpol,” jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi mengingatkan agar hati-hati memilih presiden. Dia mengungkap sejumlah kriteria untuk Pilpres 2024.
Salah satunya adalah rambut putih. Menurutnya, pemimpin yang rambutnya putih cenderung memikirkan rakyatnya.
"Saya ulang jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya, dari kerutan di wajahnya, kalau wajahnya cling bersih, tidak ada keritan di wajahnya hati hati, lihat juga lihat rambut rambutnya, kalau rambutnya putih semua ini mikir rakyat ini," kata Jokowi dalam pidatonya di acara Nusantara Bersatu, di Jakarta, Sabtu (26/11/2022).
BACA JUGA: Tok! UMP DIY 2023 Naik 7,6 Persen, Jadi Rp1,9 Juta
Santok, banyak yang berasumsi bahwa pernyataan Jokowi ditujukan untuk mendukung Ganjar Pranowo. Apalagi, Ganjar dikenal dengan rambutnya yang serba putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemenkeu menyiapkan perluasan basis pajak 2027 dengan menyasar potensi penerimaan dari aset properti yang disewakan.
Ribuan warga Portugal berunjuk rasa menuntut kenaikan upah, perbaikan pensiun, layanan publik, dan perumahan dengan harga terjangkau.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.