Ciu Bekonang Ditetapkan sebagai Warisan Budata Tak Benda
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Kondisi bus yang mengalami kecelakaan lalu lintas di JJLS, Selasa (10/5/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SRAGEN -- Kabupaten Sragen menempati peringkat kedua daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi di Soloraya periode 2018-2020. Peringkat pertama diduduki Klaten.
Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Kabupaten Sragen pada 2018 sebanyak 136 korban jiwa, 2019 tercatat 141 korban, dan 2020 tercatat 126 korban. Sementara di Klaten pada 2018 terdapat 164 korban, 2019 terdapat 161 korban, 2020 tercatat 142 korban.
Hal ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, jateng.bps.go.id, pada Jumat (21/10/2022).
Berdasarkan data dari Satlantas Polres Sragen, yang disampaikan oleh Kanit Gakkum Satlantas, Ipda Irwan Marviyanto, mengatakan sepanjang 2022 hingga 10 Oktober, tercatat 1.087 kasus kecelakaan lalu lintas di Sragen yang mengakibatkan 117 orang meninggal dunia, dan 1.186 orang mengalami luka ringan.
“Kasus laka lantas didominasi kendaraan sepeda motor, yaitu sebanyak 1.469 unit. Kasus tertinggi di wilayah Sragen Kota sebanyak 165 kasus, Masaran 114 kasus, dan Sidoharjo 102 kasus. Namun diilihat dari tingkat fatalitasnya, kasus korban meninggal dunia paling banyak di wilayah Sambungmacan, dari 72 kasus kecelakaan, 19 orang meninggal dunia,” terang Irwan, Kamis (20/10/2022).
Kemudian waktu paling rawan kecelakaan yang paling banyak menyebabkan korban meninggal dunia terjadi pada pukul 15.00 WIB hingg1 18.00 WIB, yaitu 26 orang meninggal dunia, dari 199 kasus kecelakaan.
Sementara itu usia 16 hingga 30 tahun menjadi kelompok umur paling banyak terlibat kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 447 orang meninggal dunia, 317 orang di antaranya pelajar dan mahasiswa.
Berdasarkan data tersebut, tak jauh berbeda dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam kurun waktu 2002-2006 di wilayah Kabupaten Sragen. Mengacu skripsi berjudul Analisa Kecelakaan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Utama di Wilayah Kabupaten Sragen Tahun 2002-2006 oleh Wawan Ari Wibowo, mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta, disebutkan dalam kurun waktu tersebut terdapat 155 kasus kecelakaan.
Paling banyak terdapat di jalan Masaran-Sambungmacan sebanyak 38% (59 kasus), kemudian disusul ruas jalan Kalijambe-Sumberlawang, sebanyak 47 kasus kecelakaan lalu lintas.
Sementara jumlah korban meninggal dunia total ada 172 orang meninggal dunia dalam kurun waktu yang sama. Sementara itu kelompok usia 16-30 tahun, tercatat terlibat kecelakaan 147 kasus.
Kemudian waktu paling sering terjadi laka terjadi pada pukul 04.00 WIB hingga 06.00 WIB, yaitu sebanyak 10,9%, atau 17 dari 155 kasus. Disusul pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB, sebanyak 15 kasus.
Bisa dikatakan jalur Sragen-Ngawi sejak 2002 menjadi jalur paling rawan terjadi laka hingga sekarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Pemkab Bantul mengusulkan enam ruas jalan diperbaiki melalui Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat revitalisasi di tengah keterbatasan anggaran.
Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dan melemah ke Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS dipicu sentimen geopolitik dan fiskal domestik.
enginap di sebuah hotel kini bukan lagi sekadar mencari tempat untuk beristirahat. Wisatawan juga mencari pengalaman yang hangat, personal, dan memiliki cerita.
BSN menjadi tuan rumah APMP Mid-Year Meeting 2026 yang diikuti 20 negara untuk memperkuat ketertelusuran pengukuran dan ekonomi sirkular.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.