Tim Penggerak PKK Magelang Bina 35 Desa, Fokus Kesehatan dan Ekonomi
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat Kirab Budaya G20 di Solo, Kamis (7/7/2022)/Dok. Kementerian Investasi dan BKPM.
Harianjogja.com, SOLO-Gibran Rakabuming Raka dinilai lebih baik maju di Pilkada Jawa Tengah daripada Pilada DKI Jakarta.
Psikolog politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Moh. Abdul Hakim menilai peluang putra sulung Presiden Joko Widodo itu jauh lebih besar untuk memenangi Pilkada Jateng karena preferensi pemilih di Jakarta saat ini condong ke pemimpin islami.
Hal itu berdasarkan hasil sejumlah survei yang muncul, salah satunya dari Charta Politika yang baru-baru ini dirilis.
“Dari survei, Mas Gibran peluang paling besar di Jateng. Selisihnya jauh dari nama lain. Seperti survei Charta Politika. Kalau di Jakarta, nama dia masuk ke radar tapi bukan kandidat dengan elektabilitas tertinggi,” ujar dia kepada Solopos.com, Kamis (13/10/2022.
Abdul Hakim mengatakan saat ini Jakarta cenderung ke ideologi Islami sejak Anies Baswedan memimpin.
Artinya, dia melanjutkan, preferensi politik masyarakat di Jakarta sekarang ini cenderung kepada pemimpin Islami.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY: Siang Berawan, Malam Hujan
Dengan kondisi seperti itu, Abdul Hakim melihat Gibran punya tiga tantangan besar yang harus diselesaikan.
Pertama menaikkan popularitasnya agar mayoritas warga Jakarta mengenalnya. Kedua, Gibran harus menaikkan elektabilitas.
“Ketiga yang tidak kalah penting, Gibran harus mampu menurunkan tingkat resistensi masyarakat Jakarta terhadap tokoh-tokoh yang diusung PDIP. Resistensi masyarakat Jakarta saat ini cukup tinggi, setelah Djarot dan kasus Ahok,” kata dia.
Apalagi, Abdul Hakim mengatakan, gerakan-gerakan politik Islam di Ibu Kota akhir-akhir ini semakin menguat.
Kondisi itu menurut dia pasti akan menjadi tantangan tersendiri buat Gibran bila nekat maju di Pilkada DKI Jakarta kelak.
“Kalau di Jateng berbeda, elektabilitas [Gibran] sudah tinggi dan resistensinya rendah. Kalau di Jakarta elektabilitasnya kategori menengah tapi resistensinya cukup tinggi. Sehingga bila bicara peluang ya tinggi di Jateng,” urai dia.
Aspek lain yang menurut Abdul Hakim harus diperhatikan yaitu sederet pernyataan Gibran untuk tidak meninggalkan Solo.
Dari pernyataan itu masyarakat mengambil kesimpulan bahwa Gibran berkomitmen bertahan di Solo.
“Media dan publik merekam pernyataan Gibran untuk tidak meninggalkan Solo alias berkomitmen menyelesaikan masa jabatan sebagai Wali Kota Solo. Ini akan jadi preseden buruk bila dia akhirnya memutuskan maju Jakarta,” ujar dia.
Namun situasinya berbeda bila Gibran pada akhirnya memilih untuk maju di Pilkada Jateng.
“Kalau Gibran maju ke Jateng mungkin publik masih memaafkan. Tapi bila ke Jakarta, saya duga serangan politiknya jauh lebih tajam,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Daniel Marthin mengalami cedera siku saat latihan sehingga Leo/Daniel mundur dari Denmark Terbuka 2026. Prancis Terbuka menjadi target berikutnya.
Portal pembatas ketinggian di Ring Road Utara Maguwoharjo, Sleman, dilepas setelah tertabrak truk kontainer. Skema pengalihan kendaraan masih dibahas.
Madura United menjamu Bhayangkara FC pada pekan kelima Super League 2026/2027. Simak jadwal, kondisi kedua tim, dan misi tuan rumah bangkit.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso,
Windows 11 26H2 resmi tersedia. Simak syarat perangkat, cara update lewat Windows Update, fitur baru, dan masa dukungan dari Microsoft.