Advertisement

Rumah Layak Huni Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Gumuk Sepiring Kota Magelang

Media Digital
Rabu, 05 Oktober 2022 - 04:27 WIB
Budi Cahyana
Rumah Layak Huni Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Gumuk Sepiring Kota Magelang Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz (4 dari kanan), Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur dan para stakeholders berfoto bersama perwakilan penerima bantuan pembangunan rumah di Gumuk Sepiring, Tidar Utara, Kota Magelang, Selas a(10/4/2022) - Pemkot Magelang

Advertisement

MAGELANG—Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz meresmikan 20 rumah layak huni di Kampung Gumuk Sepiring, Tidar Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang. Rumah ini diharapkan menjadi awal agar kehidupan warga di kampung tersebut bisa meningkat.

Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Magelang disaksikan oleh Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur, Komandan Kodim 0705 Magelang Letkol Arm Rohmadi, Kepala Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang M. Yuda Negara, dan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Magelang, Selasa (4/10/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dokter Aziz, sapaan akrab Wali Kota Magelang, mengatakan pembangunan rumah layak huni ini merupakan bukti bahwa Pemerintah Kota Magelang saling peduli dengan warga yang kekurangan. Rumah-rumah ini terbangun berkat kolaborasi dengan Kodim 07/05 Magelang dan Bank Jateng.

"Ini kolaborasi dengan Kodim. Warga yang semula tidak kepikiran memiliki rumah, di sinilah mulai punya rumah. Jika kita guyub rukun, kita akan menghasilkan sesuatu yang baru, termasuk rumah ini, nanti jalan diperbaiki, ekonomi jalan, nanti anak-anak bisa sekolah sehingga akan meningkat kehidupannya," katanya.

Ia berharap rumah yang terbangun ini menjadi awal untuk peningkatan kehidupan warga Gumuk Sepiring. Kawasan tersebut bisa dikembangkan untuk objek wisata dan pertanian menanam buah-buahan di lahan yang kosong. Jadi, ekonomi bisa bergerak. "Pemerintah Kota Magelang akan memberikan stimulus terkait dampak kenaikan BBM. Nanti Oktober, setelah [APBD Perubahan] diketok. Ada anggaran yang pertama Rp5,8 miliar, yang kedua Rp9 miliar itu untuk orang miskin," katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang Bowo Adrianto menyebutkan di lokasi tersebut dibangun 20 unit rumah baru dari bantuan coorporate social responsibility (CSR) Bank Jateng. Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 19 Mei 2022 dan diresmikan setelah 4,5 bulan pembangunan.

"Banyak skenario untuk pembangunan ini, seperti harus melansir material secara manual oleh anggota TNI dan masyarakat. Masyarakat antusias mengorbankan hari, satu hari dua hari tidak mendapat penghasilan karena mengutamakan agar pembangunan rumah cepat terealisasi. Yang ibu-ibu membangun dapur umum," jelas Bowo.

Ia menyebutkan tahun ini Pemerintah Kota Magelang membangun 72 rumah tidak layak huni menjadi layak huni, sedangkan dari anggaran perubahan ada penambahan 97 unit dan dari Dana Insentif Daerah (DID) sebanyak 28 unit. Saat ini, di Kota Magelang masih ada 2579 rumah tidak layak huni yang perlu mendapat perhatian.

Advertisement

M. Yuda Negara menyebutkan di wilayah Gumuk Sepiring ada 20 kepala keluarga (KK) yang patungan membeli tanah. Bank Jateng dan Pemkot Magelang berusaha ikut membangun dengan CSR Rp700 juta, masing-masing rumah Rp35 juta.

"Apapun yang dilakukan yang berkaitan dengan aktivitas Wali Kota Magelang akan kami support. Kami diberi modal Rp36 miliar untuk diputar, maka bagaimana semestinya dikembalikan ke Pemkot Magelang. Dengan kinerja kami, bisa memberi deviden Rp6 miliar. Mudah-mudahan kinerja semakin baik," katanya.

Impian Terwujud

Advertisement

Memiliki rumah yang layak huni adalah impian yang menjadi kenyataan bagi warga Gumuk Sepiring. Warga di kawasan tersebut merupakan warga terdampak relokasi dari lahan bengkok di kawasan Canguk pada 2017 silam. Sebanyak 20 keluarga kemudian patungan membeli lahan di Gumuk Sepiring. Semula mereka membangun gubug sederhana untuk tinggal.

"Sudah belasan tahun di sana [lahan bengkok]. Tidak menyangka akan punya rumah sendiri. Jika tidak ada bantuan seperti ini mungkin tidak mampu membangunnya," kata Yulis, 45, salah satu warga Gumuk Sepiring yang ikut menerima bantuan pembangunan rumah.

Hal serupa diungkapkan Haryono, 47. Dengan pekerjaannya yang sehari-hari menjadi kuli bongkar muat bawang di pasar-pasar, ia mengaku tidak mampu membangun rumah yang layak huni untuk keluarganya. "Terima kasih Pemkot Magelang, Bank Jateng dan TNI yang membantu kami mewujudkan mimpi memiliki rumah," katanya. (***)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

P3K Nakes di Pemkot Jogja Mulai Diseleksi

Jogja
| Jum'at, 09 Desember 2022, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement