Advertisement

Sudah Jadi Unicorn Sejak 2021, Startup Xendit Tetap PHK Karyawan

Khadijah Shahnaz
Selasa, 04 Oktober 2022 - 23:17 WIB
Bhekti Suryani
Sudah Jadi Unicorn Sejak 2021, Startup Xendit Tetap PHK Karyawan Ilustrasi Xendit / Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Xendit, startup fintech baru saja mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 5 persen dari tim di Indonesia dan Filipina.

Manajemen Xendit menjelaskan bahwa PHK disebabkan situasi makroekonomi yang tidak menentu sehingga perusahaan harus melakukan rightsizing struktur dan sumber daya tim.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Chief Operating Officer Xendit Tessa Wijaya mengatakan Xendit selalu mencoba untuk menyiapkan rencana bisnis terbaik. Namun, situasi makroekonomi yang tidak menentu memaksa perusahaan untuk melakukan rightsizing struktur dan sumber daya tim.

Keputusan itu didasarkan pada strategi bisnis yang progresif melihat situasi ke depan dan telah melalui pertimbangan yang komprehensif untuk memastikan bahwa perusahaan siap dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

"Melakukan rightsizing tim adalah sebuah keputusan yang sangat sulit. Namun, tetap harus diambil untuk optimalisasi posisi kami dijangka pendek maupun jangka panjang untuk perkembangan perusahaan. Sekitar 5 persen dari tim kami di Indonesia dan di Filipina terkena dampak dari keputusan ini," kata Tessa kepada Bisnis, Selasa (4/10/2022).

BACA JUGA: AHY Akui Banyak Kesamaan dengan Anies Baswedan, Kode Pengin Jadi Cawapres?

Menariknya, Xendit merupakan salah satu unicorn di Indonesia. Xendit saat ini bervaluasi sebesar US$1 miliar atau senilai Rp15 triliun. Pada awal tahun ini tepatnya Mei 2022, Xendit baru saja mendapatkan pendanaan seri D senilai US$300 juta atau senilai Rp4,3 triliun.

Dilansir dari laman LinkedIn Xendit, pendanaan ini dipimpin oleh Coatue dan Insight Partners, dengan partisipasi Accel, Tiger Global, Kleiner Perkins, EV Growth, Amasia, Intudo, dan Goat Capital.

Advertisement

Adapun, status unicorn Xendit, sudah dipegang sejak pendanaan seri C pada tahun lalu tepatnya September 2021, sebanyak senilai US$150 juta.

Sebagai informasi, Xendit merupakan perusahaan rintisan vertikal payment gateway atau infrastruktur pembayaran di Indonesia dan Filipina.

Dilansir dari laman resminya, Xendit saat ini menyediakan proses pembayaran, menjalankan pasar, mengeluarkan gaji dan pinjaman dan mendeteksi penipuan.  

Advertisement

Xendit juga mengatakan fokus utamanya adalah membangun jalur pembayaran tercanggih untuk Indonesia dan Filipina, dengan tujuan yang jelas untuk membuat pembayaran di Indonesia menjadi sederhana, aman, dan mudah bagi semua orang.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Ada 6.019 Penyandang Disabilitas di Gunungkidul, Bupati Beri Janji kepada Mereka

Jogja
| Jum'at, 09 Desember 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement