Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Ilustrasi pungli/Harian Jogja
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 23 September 2022
Disdikpora DIY akan mengatur batas besaran uang sumbangan yang dibebankan kepada orang tua murid.
Harga tanah di sekitar Kelok 18 penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul dan Bantul sudah mahal.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengaku sedih harus melakukan OTT terhadap Hakim Agung MA.
Luhut mengaku kecewa dengan sikap masyarakat karena langsung marah dengan gagasan tersebut.
Kanwil DJP DIY membeberkan modus kejahatan yang dilakukan tersangka.
Pengelola kuliner berbahan dasar daging kambing Pak Pong mengeluhkan terjadinya penurunan omzet.
Dalam tur Album 'Kenduri' Rara Sekar, musik dan gerakan menghargai alam berjalan beriringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.