Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Ilustrasi racun./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang perempuan dari Karaikal, Puducherry, India harus berurusan dengan polisi setelah dia diduga meracuni teman sekelas putrinya.
Kajadian ini bermula saat ujian tahunan di sekolah. Putri perempuan itu mendapat nilai di bawah satu temannya, seorang anak laki-laki. Nampaknya perempuan berusia 42 itu tidak terima. Dia hanya ingin anaknya yang mendapat perhatian, terutama di acara tahunan yang mengundang orang tua murid.
Kemudian rencana jahat dimulai. Perempuan itu memberikan minuman ringan yang dititipkan kepada penjaga sekolah. Agar anak laki-laki target mau menerima, perempuan itu mengatakan kepada penjaga sekolah apabila minuman itu diberikan oleh si orangtua anak laki-laki. Dalihnya, minuman itu sebagai hadiah lantaran menjadi juara kelas.
Rencana berhasil. Si anak laki-laki meminum pemberian penjaga sekolah. Kejadian ini berlangsung beberapa hari sebelum acara tahunan di sekolah, tepatnya Jumat (9/9/2022). Sayangnya, sesampainya di rumah, anak laki-laki ini mulai mulai. Dia harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Atas kejadian ini, baru terungkap apabila terdapat racun di minuman ringan tersebut. Terduga pelaku dapat diketahui saat orangtua korban melihat CCTV sekolah. Terlihat bahwa perempuan itu memasukkan sesuatu di minuman ringan yang dia bawa.
Pelaku diidentifikasi sebagai ibu dari salah satu teman sekelas anak laki-laki itu. Anak perempuan dan laki-laki yang menjadi korban diketahui sering bersaing dalam hal akademis di sekolah.
"Ibunya memberikan minuman ringan kepada penjaga sekolah saya yang mengatakan bahwa itu dari ibu saya," kata anak laki-laki itu, dikutip dari Oddity Central. “Saya minum dan mulai merasa tidak nyaman jadi saya pulang. Kemudian saya mulai muntah.”
Sayangnya, kondisi anak itu dan meninggal sehari setelahnya. Terduga tersangka mengaku hanya menggunakan pil pencahar di minuman ringan tersebut. Dia hanya mengharapkan korban diare. Meski temuan polisi memperlihatkan adanya racun dalam minuman korban.
“Dari taman kanak-kanak hingga sekarang, anak laki-laki itu selalu menjadi yang pertama di kelas. Ini terjadi karena ada yang cemburu,” kata seorang anggota keluarga almarhum kepada wartawan.
Tersangka utama dalam kasus ini telah ditangkap dan penyelidikan sedang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.