Advertisement

Profil 2 Decacorn dan 9 Unicorn Milik Indonesia

Khadijah Shahnaz
Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:27 WIB
Jumali
Profil 2 Decacorn dan 9 Unicorn Milik Indonesia Ilustrasi gojek, grab, uber - Sae

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAPresiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut Indonesia mempunyai startup unggulan, yakni 2 decacorn dan 9 unicorn yang lahir berkat percepatan digitalisasi.

"Digitalisasi telah mendorong lahirnya dua decacorn dan sembilan unicorn," kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD serta nota keuangan RAPBN 2023 di Ruang Sidang Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Sebagai informasi, unicorn sendiri merupakan sebutan untuk perusahaan startup yang telah memiliki valuasi sebesar US$1 miliar. Lebih tinggi dari unicorn, decacorn merupakan perusahaan yang memiliki valuasi lebih dari US$10 miliar.

Ini Profil Startup Decacorn dan Unicorn di Indonesia

1. J&T Express

Dilansir dari data CB Insigith valuasi J&T Express US$20 miliar atau sekitar Rp285 triliun. J&T Express disokong oleh beberapa investor yaitu Hillhouse Capital Management, Boyu Capital, Sequoia Capital China. J&T Express merupakan startup logistik last mile yang memfokuskan diri pada pengiriman melalui e-commerce.

2. Gojek

Dalam pidato Jokowi, mantan walikota Solo tersebut mengatakan Indonesia mempunyai dua decacorn, tetapi dikarenakan Gojek sudah bermerger dengan Tokopedia dan melantai di bursa sebagai GoTo, Gojek saat ini bukan lagi decacorn.

Sebelum merger dengan Tokopedia, Gojek memiliki valuasi sekitar US$10,5 miliar atau setara Rp150 triliun dan ketika melakukan merger, valuasi GoTo diperkirakan US$40 miliar atau Rp571 triliun.

3. Bukalapak

Advertisement

Sama seperti Gojek, ketika Bukalapak melantai di bursa statusnya sebagai unicorn sudahlah tidak ada. Adapun nilai valuasi Bukalapak telah mencapai lebih dari US$3,5 miliar atau senilai Rp51 miliar.

4. Traveloka

Startup yang bergerak di bidang pemesanan hotel dan travel ini telah menerima gelar unicorn pada 2017 usai mendapat kucuran dana dari perusahaan di bidang yang sama yakni Expedia, pada Juli 2017, Traveloka juga diberikan pendanaan oleh Global Founders Capital dan East Ventures. Sekarang angka valuasi Traveloka mencapai US$3 miliar atau setara dengan Rp42,6 triliun.

Advertisement

5. Akulaku

Akulaku didirikan pada 2014. Startup yang di bidang e-commerce dan Direct to Consumer (D2C) ini juga memberikan layanan pembiayaan (fintech lending). Baru-baru ini Akulaku masuk dalam daftar startup unicorn.

Perusahaan rintisan tersebut menerima pendanaan US$10 miliar atau senilai Rp150 triliun oleh DCM Ventures, IDG Capital dan Siam Commercial Bank , sehingga menjadikannya unicorn dengan valuasi US$2 miliar atau setara dengan Rp30 triliun.

6. Xendit

Advertisement

Startup fintech Xendit juga masuk ke dalam daftar startup status unicorn. Sebelumnya, startup ini telah menerima pendanaan seri C senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun dari beberapa investor. Sebelum menjadi unicorn Xendit memiliki beberapa investor yaitu Accel, Y Combinator dan Amnasia.

Fintech ini didirikan oleh Moses Lo pada 2015 dan bergerak di bidang layanan sistem pembayaran untuk mempermudah transaksi pelaku bisnis, di antaranya e-commerce, UMKM, startup hingga perusahaan koperasi.
7. Ajaib

Ajaib, startup fintech ini berfokus pada bidang investasi, repatanya u reksa dana dan saham. Setelah menerima suntikan dana Seri B dari DST Global senilai US$153 juta atau Rp2,2 triliun, Ajaib jadi salah satu perusahaan rintisan di Indonesia yang menyandang status unicorn hanya dalam waktu 2,5 tahun saja.
8. Kopi Kenangan

Advertisement

Sebagai perusahaan rintisan yang berkembang di bidang kuliner, Kopi Kenangan berhasil mendapatkan gelar unicorn pada 27 Desember 2021, bahkan mengklaim sebagai perusahaan New Retail F&B pertama yang berhasil mendapat titel unicorn di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini telah memiliki valuasi di atas Rp14 triliun setelah memperoleh pendanaan seri C senilai Rp1,3 triliun pada 2021.

9. OVO

Ovo, startup fintech ini memiliki valuasi US$2,9 miliar atau senilai Rp28 miliar. Perusahaan ini pun bekerja sama dengan platform ride hailing asal Singapura, Grab dalam pembayaran.

10. Tokopedia

Advertisement

Meskipun sudah melantai di bursa bersama Gojek, Tokopedia sebelumnya diperkirakan memiliki valuasi US$8 miliar sampai US$10 miliar pada awal 2021 atau setara dengan Rp112 triliun. Gojek dan Tokopedia merger pada Mei 2021. Adapun, valuasi GoTo diperkirakan US$40 miliar atau Rp571 triliun.

Tokopedia pun berawal sebagai startup marketplace yang dipimpin oleh William Tanuwijaya. Saat ini Tokopedia berhasil menjadi salah satu e-commerce terdepan di Indonesia.

11. Online Pajak

OnlinePajak, startup platform perhitungan pajak ini banyak yang tidak mengetahui statusnya sebagai Unicorn. OnlinePajak pun memiliki valuasi sekitar US$1,7 miliar atau senilai Rp25 miliar, perusahaan ini pun di backup oleh Sequoia Capital India, Warburg Pincus, dan Altos Ventures.

Platform ini pun melayani penghitungan besaran pajak tertanggung yang harus dibayarkan wajib pajak (WP), memfasilitasi setoran, sampai surat pemberitahuan (SPT) tahunan.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal Donor & Update Stok Darah di DIY Hari Ini

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement