Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Penguburan salah satu kerbau atau Kebo Bule Pusaka Keraton Kasunanan Solo, Sabtu (6/8/2022)./Ist-Birru.
Harianjogja.com, SOLO — Satu ekor kebo bule pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) ditemukan mati pada Senin (15/8/2022). Hewan tersebut memiliki riwayat penyakit kulit dan kuku.
Tujuh ekor kebo bule telah dipisahkan dari Alun-alun Kidul ke Magangan Kompleks Keraton Solo sejauh ini
Kepala Bidang Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo Agus Sasmita menjelaskan belum mengetahui pasti faktor yang membuat kebo bule mati Senin sore.
Dinas masih menunggu hasil uji lab dari Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Sampel untuk uji lab diambil pada Senin pekan lalu.
“Kalau PMK belum tahu ya. Masih diuji lab juga. Kalau PMK enggak juga karena kondisinya membaik sudah jalan-jalan, makan, dan aktivitas lainnya. Kemungkinan ada faktor lain namun kami menunggu hasilnya,” kata dia, Selasa (16/8/2022).
Agus menjelaskan satu kebo bule yang mati Senin itu memiliki riwayat PMK namun kondisinya sudah membaik. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo masih berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan mahesa koleksi keraton lainnya.
Baca juga: Salah Satu Kebo Bule Keraton Solo Mati Karena PMK, Ini Kata Adik PB XIII
“Ini nanti setelah koordinasi, mungkin kami mengobati,” jelasnya.
Menurut dia, Keraton Solo telah memisahkan totalnya tujuh ekor kebo dari Alun-alun Kidul ke Magangan Kompleks Keraton Solo sejauh ini. Dinas pernah mendampingi saat memindahkan lima ekor sebelum kirab malam 1 Sura.
Dia mengatakan tidak ingat kapan dua ekor kerbau dipisahkan oleh Keraton Solo karena dinas tidak mendampingi langsung saat pemindahan. Satu ekor yang mati Senin bukanlah kebo yang mengikuti kirab belum lama ini.
Terpisah, Pengageng Parentah Keraton Solo KGPH Adipati Dipokusumo belum merespons Whatsapp maupun mengangkat telepon ketika diminta konfirmasi langkah keraton setelah adanya kebo bule yang mati.
Total koleksi mahesa yang mati ada empat ekor dalam satu bulan terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.